LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP sebut berkas Pansel KPK mirip laporan arisan

Pansel KPK akui masih ada berkas belum lengkap.

2015-11-19 01:33:00
Pansel Pimpinan KPK
Advertisement

Pansel KPK dikritik keras komisi III DPR. DPR menilai Pansel KPK tak membawa berkas lengkap. Padahal berkas detail terkait proses wawancara Pansel terhadap Capim KPK menjadi landasan bagi DPR melakukan fit and proper test.

‎Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP Masinton Pasaribu berpendapat, kualitas berkas yang disampaikan pada DPR mirip kalkulasi hasil arisan. Dia menduga ada sesuatu ditutupi dalam laporan ini.

‎"Ini seperti ada yang ditutupi. Ada apa? Maaf ibu-ibu ini hebat di bidangnya masing-masing tapi dari laporan ini, ini kayak laporan kegiatan arisan kualitasnya. Serius. Terkait anggaran berapa yang diberikan Setneg untuk pansel sehingga untuk fotokopi saja irit sekali. Pansel ini harus transparan untuk membentuk Capim KPK," kata Masinton di Kompleks Parlemen DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (19/11).

Advertisement

Sedangkan Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem Taufiqulhadi memberikan contoh sebagaimana proses seleksi calon jaksa agung. Menurutnya, ada berkas lengkap yang diberikan ke DPR untuk acuan fit and proper test.

‎"Saya tidak bisa melihat pemahaman ibu-ibu sekalian bahwa sudah melakukan seleksi secara objektif. Karena kami melihat tokoh tertentu bisa ditolak karena ada aspek politisnya," ujar Taufiqulhadi.

Dia meminta berkas Capim KPK segera dibenahi. "Kalau ada bisa dilengkapi. Kita ingin dilengkapi karena kita akan memilih orang yang tepat," tegasnya.

Advertisement

Biasanya, lanjut dia, DPR diberikan berkas lengkap, seperti transkip wawancaranya. Sehingga pihaknya bisa menelusuri rekam jejak Capim KPK.

Selain itu, Wakil Ketua Komisi III DPR Benny K Harman menegaskan perlu berkas lengkap. Hal itu agar bisa mendalami proses Pansel menguji Capim KPK apakah sesuai dengan undang-undang. ‎Dia juga menduga ada Capim KPK yang sengaja tidak diloloskan karena tak menyerahkan katebelece atau surat. ‎

"Ada yang sampaikan pada kami kita gak lolos karena gak ada katebelece," ucap Benny.

Wakil Ketua Pansel KPK Enny Nurbaningsih menjelaskan bahwa transkip wawancara dengan Capim KPK masih belum tuntas digarap. Namun rentetan video wawancara sudah mereka siapkan.

"Jadi transksip wawancaranya belum kami siapkan semuanya. Transkipnya belum tuntas, ada beberapa yang mesti kita cek. Kalau videonya sudah lengkap semua. Kalau dipaksa senin mungkin kami bisa memberikan transkipnya," tutur Enny.

Sedangkan terkait roadshow Pansel KPK, Enny menegaskan bahwa memang bukan Pansel yang menyelenggarakan kegiatan itu. Pansel hanya diundang.

"Sehingga kami tidak tahu persis berapa anggaran yang dikeluarkan penyelenggara. Anggaran yang kami keluarkan hanya terkait perjalanan dinas dari Pansel yang diundang dalam roadshow tersebut," jelasnya.

Sedangkan terkait katebelece, Enny menegaskan bahwa tak ada Pansel KPK yang terlibat berhubungan khusus dengan siapapun Capim KPK. Sebab Pansel KPK patuh dan terikat pada kode etik.

"Katebelece saya justru baru dengar sekarang. Tidak ada satu pun di antara kami yang memiliki hubungan khusus dengan Capim," pungkasnya.

(mdk/ang)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.