LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP sebut ada Mega dan Jokowi, tapi keputusan setelah Pileg

"Bisa juga Mega-Jokowi atau Jokowi sama siapa," kata Tjahjo.

2014-01-30 18:51:33
PDIP
Advertisement

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo membantah pemberitaan yang menyebutkan bahwa partainya akan mencapreskan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri jika perolehan suara melebihi 20 persen atau mengusung Joko Widodo ( Jokowi ) kalau keadaan sebaliknya yang terjadi. Tjahjo merasa pernyataannya diputarbalikkan.

Kepada merdeka.com, Tjahjo menjelaskan, jika mencermati berbagai hasil survei muncul, ada dua nama kader PDI Perjuangan yang layak menjadi capres, yakni Megawati dan Joko Widodo ( Jokowi ). Namun, dia menegaskan, semua keputusan itu akan diambil setelah Pemilu Legislatif.

"Keputusannya setelah Pileg April, bisa juga Mega-Jokowi atau Jokowi sama siapa," kata Tjahjo lewat keterangan tertulis, Kamis (30/1).

Untuk mengusung pasangan dari internal, kata Tjahjo, maka target minimal 20 persen suara harus dicapai partai lebih dulu. Ini juga yang disampaikan Tjahjo kepada pengurus DPD  PDI Perjuangan seluruh Indonesia.

"Agar Ibu Mega yang pegang mandat partai bisa leluasa memutuskan capres dan cawapres," kata Tjahjo.

Jika perolehan suara kurang dari 20 persen suara, kata Tjahjo, PDI Perjuangan harus berkoalisi dengan partai lain.

"Bisa saja Jokowi sama figur lain atau Mega sama figur lain," kata Tjahjo meyakini Jokowi selalu taat nurut instruksi Megawati soal capres.

Tjahjo mengatakan, semua ini bagian dari strategi partai. "Ibu Mega hati-hati dan cermat mencermati setiap gelagat perkembangan dinamika politik nasional dan internasional, maka keputusannya setalah Pileg," ujarnya.

Lebih jauh, Tjahjo mengatakan, semua pihak perlu bersabar untuk menunggu keputusan tersebut. "Perlu kesabaran revolusioner," ujarnya.

Baca juga:
PDIP Surabaya bingung dengan sikap Risma
PDI Perjuangan kirim karangan bunga 'Selamat Imlek' untuk Ahok
Elite PDIP diminta tak risau jika publik ingin Jokowi nyapres
Ruhut: Untuk PDIP, silakan kalau Pasek mau diambil
PDIP curiga anggaran Polri sengaja tak dicairkan

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.