PDIP Prediksi NU Tarik Suara Jika Tahu Prabowo Tak Tegas Soal Kedubes Australia
Hasto menyebut para keturunan pendiri NU itu bakal 'kabur' karena sikap Prabowo yang tidak tegas menolak kepindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, Palestina.
Sejumlah cucu dan cicit pendiri Nahdlatul Ulama menyatakan dukungan kepada pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Mereka mendeklarasikan dukungan di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Rabu (28/11) malam.
Menanggapi itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai dukungan itu tidak akan menggerus suara capres petahana Joko Widodo. Malah, para keturunan pendiri NU itu bakal 'kabur' karena sikap Prabowo yang tidak tegas menolak kepindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem, Palestina.
"Jadi setelah itu mungkin akan berpikir ulang juga," kata Hasto di Posko Cemara, Jakarta Pusat, Kamis (29/11).
Dia mengungkit peristiwa cawapres Sandiaga Uno melangkahi makam pendiri NU. Menurut Hasto, para cucu pendiri NU itu juga akan berpikir ulang karena orangtua mereka tidak dihormati.
"Apalagi setalah melihat Pak Sandiaga Uno ke makam dan tidak bisa menghormati makam tokoh-tokoh NU mereka akan berpikir ulang," kata dia.
"Enggak bisa republik ini dipimpin oleh orang yang tidak paham dengan kebudayaan kita," imbuh Hasto.
Baca juga:
PDIP Tanggapi Golkar: Basis Data Korupsi Terpaksa Dikaitkan Orde Baru
Timses Jokowi Sudah Prediksi Elektabilitas Prabowo Mulai Mengejar
Ketum PPP Klaim 90 Persen Warga NU Dukung Jokowi-Ma'ruf
Soal 'Soeharto Guru Korupsi', Golkar Minta Hentikan Politik Saling Tuduh
PDIP Tantang Berkarya Polisikan Ucapan 'Soeharto Guru Korupsi'