LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP nilai tindakan Sudrajat-Syaikhu di debat Pilgub Jabar provokatif & konyol

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengaku heran dengan apa yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang membentangkan kaos #2019GantiPresiden dalam acara debat Pilgub Jabar, Senin (15/5) semalam.

2018-05-15 15:13:30
pilgub jabar
Advertisement

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno mengaku heran dengan apa yang dilakukan oleh pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut tiga Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang membentangkan kaos #2019GantiPresiden dalam acara debat Pilgub Jabar, Senin (15/5) semalam. Menurut Hendrawan, semalam adalah forum pilkada dan bukan kampanye pilpres.

"Kami juga terkejut semalam. Mengapa pasangan ini bisa blunder sedemikian rupa, atau melakukan rekayasa provokatif-agitatif yang menyalahi kepatutan dan keadaban publik? Ini forum Pilkada, bukan kampanye Pilpres," kata Hendrawan saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/5).

"Sayang bila forum berharga seperti itu harus dibalut oleh tindakan yang konyol," sambungnya.

Advertisement

Anggota Komisi XI itu memaparkan, tidak selalu kemenangan dari salah satu calon di pilkada bisa mengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2019. Karena, kata dia, dalam Pilgub Jawa Timur pada pasangan yang diusung oleh PDIP yakni Gus Ipul dan Puti Guntur juga didukung oleh Gerindra dan juga PKS.

"Di Jatim, Gerindra dan PKS mendukung calon kami (PKB-PDIP). Apakah ini berarti di Jatim nanti kalau paslon kami menang, terus otomatis mengusung tema ganti presiden. Ini absurd, aneh dan ganjil. Tidak logis," ungkapnya.

Hendrawan menilai, kejadian itu sebagai pertanda bahwa harus ada seleksi yang baik terkait proses pencalonan kelapa daerah dari setiap partai. Hal itu, tambahnya perlu dilakukan demi melahirkan kader atau pemimpin yang tidak sembarangan.

Advertisement

"Kita jadi prihatin terhadap proses seleksi calon-calon yang ada selama ini. Menyadari kemungkinan tersebut, kami membuka Sekolah Calon Kepala Daerah, Sekolah Partai, dan lain-lain, agar yang dihasilkan bukan kader karbitan," ucapnya.

Diketahui, dalam debat Pilgub Jabar di Balairung Universitas Indonesia (UI) sempat ricuh. Hal itu terjadi, closing statement pasangan nomor tiga yaitu Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) diakhiri dengan membentangkan kaus bertulisan 2018 Asyik menang 2019 Ganti Presiden.

Sontak hal itu membuat pendukung pasangan lain geram. Hal itu membuat pasangan nomor urut empat yaitu Dedi Mizwar-Dedi Mulyadi terhalang untuk menyampaikan closing statement.

Melihat reaksi para pendukungnya itu, TB Hasanuddin pun angkat bicara. Dia berupaya menenangkan para pendukungnya yang ada dalam Balairung UI Depok.

"Sudah tenang. Kita selesaikan nanti. Jangan terpancing," kata TB Hasanuddin atau biasa disapa Kang Hasan, Senin (14/5).

Baca juga:
NasDem dukung Bawaslu tindak aksi pasangan Asyik di debat Pilgub Jabar
Fadli Zon sebut pasangan Asyik brilian pamer kaus #2019GantiPresiden di debat
Yakin tak salah, Timses Asyik sesalkan tindakan kasar di debat Pilgub Jabar
Kaus #2019GantiPresiden di debat Pilgub Jabar, Bawaslu sebut KPU kecolongan
Asyik pamer kaus #2019GantiPresiden di debat, Demokrat serahkan ke Panwaslu
Pamer kaus #2019GantiPresiden di debat, Gerindra yakin Asyik tak langgar aturan
Gerindra: Kaus #2019GantiPresiden di debat Pilgub Jabar bentuk ekspresi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.