LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP Minta Pihak yang Tuding Pemilu Ada Kecurangan Belajar dari Barcelona

PDIP Minta Pihak yang Tuding Pemilu Ada Kecurangan Belajar dari Barcelona. Karenanya, masih kata dia, Pileg dan Pilpres harus dilihat sebagai satu kesatuan dan satu napas demokrasi.

2019-05-08 17:15:38
PDIP
Advertisement

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta pihak yang mengatakan Pemilu 2019 penuh kecurangan, belajar dari pertandingan Liga Champions dini hari tadi, dimana Barcelona dilibas Liverpool 4-0. Barcelona yang sudah unggul 3-0 di pertemuan pertama harus tumbang dan tidak menyalahkan wasit.

"Kita lihat Barcelona juga tidak menyalahkan wasitnya, tidak melakukan gerakan-gerakan yang menghasut penonton karena sudah kalah. Kita belajar dari dunia olahraga yang sangat sportif," ucap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, di kantor DPP PDIP, Jakarta, Rabu (8/5).

Karenanya, masih kata dia, Pileg dan Pilpres harus dilihat sebagai satu kesatuan dan satu napas demokrasi. "Di mana rakyat telah menunjukkan partisipasi terbaiknya," kata Hasto.

Advertisement

Dia menepis bahwa Pemilu tidak berjalan demokratis. Di mana partai-partai seperti PKS dan Gerindra, terlihat kursi di DPR-nya naik.

Berdasarkan data yang dimiliki PDIP, Gerindra berpotensi mendapatkan 80 kursi, dimana di 2014 meraih 73. Dan PKS berpotensi meraih 52 kursi. Dari kursi sebelumnya yakni 40 kursi.

"Terbukti partai yang menjadi lawan Pak Jokowi seperti PKS dan Gerindra menunjukkan terjadinya kenaikan suara dan kursi yang signifikan. Sehingga tidak bisa mengatakan Pileg dan Pilpres secara terpisah dalam evaluasi, karena keduanya ikut secara serentak terjadi," jelas Hasto.

Advertisement

Atas dasar itulah, lanjutnya, para kontestan Pemilu, seharusnya berhati-hati dengan menegaskan adanya kecurangan.

"Tuduhan curang, kepada siapapun, terhadap penyelenggara pemilu dan pengawas pemilu, tuduhan seperti itu sangat bertentangan dengan proses yang sudah kita sepakati, mengingat kita adalah negara dengan supremasi hukum itu sendiri," katanya.

Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.