PDIP: Masa SBY Rakyat Kurang Terpesona Aspek Popularitas Berdasarkan Pencitraan
"Tetapi kan kemudian rakyat melihat bahwa sepuluh tahun progres yang ditunjukkan oleh dasar pencitraan itukan jauh dibandingkan dengan Pak Jokowi yang dipersiapkan dengan proses kaderisasi kepemimpinan," sambungnya.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut, bahwa masyarakat kurang terpesona dengan pencitraan politik yang dilakukan pada masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, masyarakat hanya disajikan aspek popularitas untuk pencitraan semata.
"Ini kita melihat pada saat masa Pak SBY masyarakat kurang terpesona oleh aspek-aspek popularitas berdasarkan pencitraan," katanya di kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Sabtu (23/10).
"Tetapi kan kemudian rakyat melihat bahwa sepuluh tahun progres yang ditunjukkan oleh dasar pencitraan itukan jauh dibandingkan dengan Pak Jokowi yang dipersiapkan dengan proses kaderisasi kepemimpinan," sambungnya.
Hasto awalnya ditanya mengenai nama-nama calon presiden 2024 dari banyak partai. Dia mejawab, untuk mengusung pemimpin nasional harus dipersiapkan dengan matang.
"PDIP melihat untuk berbicara tentang pemimpin nasional dengan tanggung jawab lebih dari 270 juta rakyat Indonesia, semua harus dipersiapkan dengan matang, pendidikan politik tentang kepemimpinan," kata Hasto.
Menurutnya, PDIP mengutamakan pendidikan politik tentang kepemimpinan untuk mempersiapkan pemimpin dengan baik. Terlebih, tahapan pemilu nasional saat ini belum ditetapkan.
"Yang penting proses kaderisasi kepemimpinan itu terus menerus dilakukan oleh parpol, termasuk PDIP," pungkasnya.
Baca juga:
PDIP: Infrastruktur Terbangun Sangat Baik di Era Jokowi, Tidak Terjadi Zaman SBY
Drone Emprit: Masyarakat Jadikan Media Mainstream Sebagai Legitimasi Opininya
Jokowi Minta Menpora Reformasi LADI Total dan Perbaiki Komunikasi dengan WADA
Golkar Bersyukur Jokowi Tegas Terapkan PPKM Meski Ada Tekanan untuk Lockdown
Jubir Presiden Sebut Jawaban dari Tuntutan Mahasiswa Sedang Diolah Pemerintah