PDIP Klaim Kepercayaan Publik ke Jokowi-Ma'ruf Masih Tinggi Meski Ada Penurunan
Dia berpendapat, hasil fluktuatif di dalam survei adalah wajar. Meski begitu, PDIP akan mencermati dan mendorong pemerintah agar bekerja lebih baik.
Litbang Kompas merilis survei setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin seperti dikutip pada Rabu (20/10) kemarin. Hasilnya, lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf.
Politikus PDIP, Hendrawan Supratikno mengakui memang ada penurunan kepuasan yang dirasakan masyarakat. Namun, menurutnya, tingkat kepercayaan kepada kinerja Jokowi-Ma'ruf masih tinggi.
"Ada penurunan. Tapi tingkat kepercayaan masih tinggi, mendekati 70%. Kepuasan memang konsep yang cepat berubah dan situasional. Yang penting, pemerintah harus tetap konsisten berada di jalur yang benar dan terus bekerja untuk janji-janji yang disampaikan," katanya, Kamis (22/10).
Dia berpendapat, hasil fluktuatif di dalam survei adalah wajar. Meski begitu, PDIP akan mencermati dan mendorong pemerintah agar bekerja lebih baik.
"Biasa saja hasil survey naik turun. Namun, hasil apapun tentu kami cermati dengan serius. Ini tantangan untuk meningkatkan semangat untuk berbuat lebih baik dan mengabdi lebih sungguh," ucapnya.
Menurutnya, wajar bila masyarakat tidak puas dalam kondisi yang sulit akibat dampak pandemi Covid-19. Tetapi, bangsa Indonesia masih punya rasa solidaritas yang kuat.
"Pukulan ganda, resesi dan pandemi, memang dirasakan berat, bukan saja oleh kita di Indonesia. Kita masih beruntung memiliki modal sosial yang kuat, yaitu ikatan-ikatan komunal yang kuat. Ada solidaritas sosial yang menyala. Ada spirit gotong royong yang hidup," tuturnya.
Diberitakan, Litbang Kompas merilis survei setahun pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin seperti dikutip pada Rabu (21/10) kemarin. Hasilnya, lebih banyak responden yang tidak puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf
Responden ditanya 'Secara umum, puas atau tidakkah Anda dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin satu tahun terakhir ini?'
Hasilnya ialah Sangat puas 5,5 persen , Puas 39,7 persen, Tidak puas 46,3 persen, Sangat tidak puas 6,2 persen dan tidak tahu 2,3 persen.
Artinya, bila dikelompokkan ada 45,2 persen responden yang puas terhadap kinerja Jokowi-Ma'ruf dan 52,5 persen tidak puas.
Survei Litbang Kompas juga menanyakan tingkat kepuasan hal Perekonomian, Politik dan Keamanan, Penegakan Hukum dan Kesejahteraan Sosial di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.
Dari sisi Perekonomian hasilnya adalah Sangat puas 2,3 persen, Puas 40,3. persen, Tidak puas 49,7 persen, Sangat tidak puas 6,2 persen, dan Tidak tahu 1,5 persen.
Selanjutnya, untuk Politik dan keamanan hasilnya Sangat puas 2,1 persen, Puas 42 persen, Tidak puas 46,7 persen, Sangat tidak puas 6 persen, dan Tidak tahu 3,2 persen.
Kemudian, di bidang Penegakan hukum hasilnya adalah Sangat puas 2,1 persen Puas 30,2 persen, Tidak puas 54,4 persen, Sangat tidak puas 10,2 persen, Tidak tahu 3,1 persen.
Terakhir, dari segi Kesejahteraan sosial hasilnya Sangat puas 3,4 persen, Puas 48,8 persen, Tidak puas 41 persen, Sangat tidak puas 5,5 persen dan Tidak tahu 1,3 persen.
Survei Litbang Kompas dilakukan lewat telepon pada 14-16 Oktober 2020 terhadap 529 responden di 80 kota/kabupaten di 34 provinsi. Jumlah responden ditentukan secara proporsional dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error 4,3 persen.
(mdk/ray)