LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP: Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian

PDIP: Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian. Proses dan mekanisme penjaringan bakal calon PDIP sudah memasuki tahap akhir dan akan diumumkan sesuai masa pendaftaraan KPU, yaitu 21 hingga 23 September nanti.

2016-09-16 15:43:46
PDIP
Advertisement

PDIP hingga saat ini belum memutuskan bakal calon yang akan diusung di Pilgub DKI. Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno memberikan sinyal partainya tidak akan sendirian dalam mengusung jagoannya.

"Siapa yang bilang sendiri. Dalam politik, menyendiri dan sepi adalah kematian. Kalau mau menyepi jangan jadi politisi, jadi biarawati atau begawan atau apa," kata Hendrawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9).

Hendrawan menuturkan, proses dan mekanisme penjaringan bakal calon PDIP sudah memasuki tahap akhir dan akan diumumkan sesuai masa pendaftaraan KPU, yaitu 21 hingga 23 September besok. Deklarasi bakal calon dari PDIP, katanya, akan disampaikan oleh Sekjen Hasto Kristiyanto.

"Jadi tentang persiapan pilkada sudah ‎memasuki tahap-tahap akhir. Jadi sesuai dengan jadwal yang dijadwalkan KPU, maka setiap parpol yang akan mendaftarkan pasangan calon mereka harus melakukan pendaftaran tanggal 21. Itu tentu jadwal itu akan diikuti PDIP," terangnya.

Meski begitu, Anggota Komisi XI tetap enggan menyebut bakal calon gubernur definitif yang akan dimajukan PDIP. Akan tetapi, lanjut dia, PDIP masih terus menyerap masukan dan dinamika yang berkembang di masyarakat soal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

Termasuk juga peluang untuk mengusung pasangan incumbent Basuki T Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, atau duet walikota Surabaya Tri Rismaharini dan Bupati Batang Yotok Riyo Sudibyo.

"Dalam tahap indikatif ini sejumlah nama muncul. Incumbent, ada sekarang berbagai sumber dari survei melakukan pasangan-pasangan imajiner yang artinya calonnya yang kemungkinan dijadikan alternatif. Silakan saja," ujar Hendrawan.

Baca juga:
Survei Risma-Sandiaga moncer, Fadli sindir Ahok takut sama rakyat
KPU minta Ahok lampirkan surat cuti, bila tidak didiskualifikasi
Rekomendasi PDIP turun tanggal 19 September, Risma jawab last minute
PAN hampir pasti dukung Sandiaga, tinggal diformalkan dalam surat
Jika tak didukung PDIP, Ahok pilih Heru jadi wakilnya di Pilgub DKI

Advertisement
(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.