PDIP ancam coret caleg yang bekerjasama dengan caleg partai lain
"Ini bukan soal menang dan kalah, tapi soal kesetiaan terhadap partai," tegas Tjahjo Kumolo.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bakal memberi saksi kepada calon legislatif (Caleg) partainya yang 'selingkuh' alias bekerjasama dengan caleg partai lain.
"Kalau runtang-runtung dengan caleg di luar PDIP, coret saja," tegas Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di sela membuka pembekalan caleg PDIP Bali-Nusa Tenggara Barat di Sanur, Denpasar, Sabtu (14/12).
Dia mengaku menerima banyak laporan mengenai hal itu di banyak daerah, tidak terkecuali di Bali. Hal itu dilakukan baik oleh caleg incumbent maupun caleg baru.
Topik pilihan: Capres Jokowi | Konvensi Capres Demokrat
Di Bali, kata Tjahjo, praktik "selingkuh" itu sudah terlihat pada saat Pemilihan Gubernur Bali, di mana ada kader yang sengaja bermain di dua kaki sehingga berujung pada kekalahan PDIP.
Pada Pilgub Bali Mei 2013 lalu, pasangan Anak Agung Ngurah Puspayoga dan Dewa Nyoman Sukrawan yang diusung PDIP kalah tipis dengan selisih 996 suara dari pasangan Made Mangku Pastika dan Ketut Sudikerta yang diusung koalisi delapan partai politik.
Menurut Tjahjo, praktik 'selingkuh' itu sama halnya melecehkan simbol partai dan ketua umum. "Ini bukan soal menang dan kalah, tapi soal kesetiaan terhadap partai," tegas dia.
Baca juga:
Dituding ajukan dokumen palsu, caleg Gerindra gugat KPU di DKPP
Caleg ganda kesalahan KPU daerah dan parpol
LSI: Elektabilitas parpol Islam di 2014 menurun
Parpol bisa menang pemilu kalau punya tokoh kuat
KIP: Hampir seluruh parpol belum mendukung keterbukaan publik