LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PDIP: Akan tiba saatnya bagi kami deklarasikan capres cawapres

Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto mengatakan, saat ini PDI Perjuangan hanya ingin fokus untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hingga akhir masa jabatannya.

2017-10-12 00:00:00
PDIP
Advertisement

PDI Perjuangan tidak mau terburu-buru mendeklarasikan dukungan buat capres yang akan diusung di Pilpres 2019 mendatang. Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto mengatakan, saat ini PDI Perjuangan hanya ingin fokus untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) hingga akhir masa jabatannya.

"Ya nanti kita ikuti tahapan-tahapan. Yang penting bagaimana PDIP semakin efektif memberikan dukungan pada pemerintahan Jokowi," kata Hasto di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Rabu (11/10).

Hasto mengatakan dengan adanya elektabilitas Jokowi yang masih tinggi akan dipergunakan oleh PDI Perjuangan untuk membangun kepercayaan masyarakat pada partai berlambang Banteng tersebut. Selain itu, terkait dengan pengusungan, kata Hasto, PDIP selalu mengikuti aturan pencalonan sebagaimana mestinya.

"Ya kami akan mengikuti tahapan-tahapan KPU. Seperti hari ini kan KPU membuka pendaftaran, kita ikuti," ungkapnya.

"Tentu saja kami menggunakan ini sebaik-baiknya untuk membangun kepercayaan rakyat, akan tiba saatnya bagi kami untuk mendeklarasikan pasangan Presiden dan wakil," tandasnya.

Diketahui, baru saja lembaga Indikator merilis hasil survei terhadap elektabilitas sejumlah tokoh yang dianggap berpotensi maju sebagai capres di Pemilu 2019. Jokowi dan Prabowo masih di urutan teratas.

Survei dilakukan kepada 1.220 responden, dengan pertanyaan siapa yang akan berkontestasi pada pemilu 2019. Survei dilakukan secara spontan dengan metode acak pada periode 17-24 September. Margin of error sebesar 2,9 persen.

Dalam simulasi terbuka, Jokowi memimpin dengan 34,2 persen, diikuti Prabowo dengan 11,5 persen, di posisi ketiga ada nama presiden ke enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan 2,1 persen. Dari survei ini, responden tak diberikan pilihan nama capres. Tapi memunculkan sendiri capres yang ada di pikiran orang yang disurvei.

Baca juga:
Gerindra manfaatkan kondisi ekonomi masa Jokowi sebagai senjata di 2019
Burhanuddin Muhtadi sebut Jenderal Gatot bisa tutup kekurangan Jokowi di 2019
Indikator: Rakyat puas kinerja tapi belum tentu pilih Jokowi di 2019
NasDem optimis dapat dua digit suara dan menangkan Jokowi di 2019
Menatap Pilpres 2019, melirik Jenderal Gatot
Gerindra yakin Prabowo menang Pilpres 2019
Sekjen PDIP ungkap 'senjata utama' tinggalkan jauh Golkar dan Gerindra di survei

(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.