PDIP: 60 Tahun merdeka, Indonesia masih terpuruk
Kemerdekaan yang sudah diraih belum membawa Indonesia terbebas dari segala belenggu penjajahan.
Bangsa Indonesia tahun ini merayakan HUT RI yang ke-69. Namun, kemerdekaan yang sudah diraih belum membawa Indonesia terbebas dari segala belenggu penjajahan.
"Cita-cita untuk membebaskan rakyat Indonesia dari stelsel yang menghisap, dari tata pergaulan hidup yang menjajah dan memiskinkan rakyat, kini tetap saja dihadapkan pada realitas bangsa terjajah," kata Wakil Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam pernyataannya, Minggu (17/8).
Deputi Tim Transisi Jokowi - JK ini mengatakan, Indonesia saat ini dihadapkan pada utang luar negeri yang menumpuk. Jumlahnya lebih dari Rp 3.000 triliun.
Selain itu, anggaran negara terus mengalami defisit dan masuk dalam jebakan mata rantai penjajahan ekonomi yang menghisap. Menurutnya, berdasarkan data Bank Dunia, jumlah orang miskin di Indonesia saat ini lebih dari 50 persen.
Keterpurukan yang dialami Indonesia itu, lanjutnya, membuat gelora perjuangan yang disampaikan oleh Bung Karno sesaat menjelang pembacaan teks Proklamasi 17 Agustus 1945 semakin memberi semangat.
"Kini tiba saatnya bagi kita untuk berani meletakkan nasib di tangan kita sendiri. Bangsa akan kuat apabila berani meletakkan nasibnya di tangan bangsanya sendiri."
Menurutnya, semangat Proklamasi 17 Agustus seharusnya menjadi dasar semangat perjuangan untuk merdeka agar tidak ada kemiskinan di Indonesia. Dia mengatakan terpilihnya Jokowi melalui gerakan perubahan rakyat untuk hidup lebih baik memiliki relevansi dengan semangat pembebasan sebagaimana menjadi inti peringatan proklamasi saat ini yakni dalam perspektif politik, ekonomi, dan gerak kebudayaan untuk menentukan nasib sendiri.
"Inilah yang menjadi skala prioritas Jokowi, menjadikan kekuasaan yang menyelesaikan masalah rakyat," katanya.
(mdk/dan)