LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

PBB dan Gerindra tolak tanda tangan hasil rekapitulasi Jabar

"Ini cacat hukum, penyelenggaraan sudah sejak 9 April tapi pelanggaran baru terbuka sekarang," ujar Saksi PBB

2014-04-24 19:17:49
Pemilu 2014
Advertisement

Rapat pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara pemilu 2014 di tingkat Provinsi Jabar resmi ditutup Kamis (24/4) petang. Namun raihan tersebut tidak sepenuhnya diterima partai politik. Gerindra dan PBB menolak menandatangani berkas acara.

"Kami menolak hasil dan kami keberatan untuk menandatangani," kata Wakil Sekretaris DPD Gerindra Jabar Krisna Hadia Pratama usai ditutupnya rapat pleno di aula KPU Jabar, Bandung, Kamis (24/4).

Menurut dia banyak temuan janggal yang justru diabaikan. Misalnya di Kabupaten Bekasi, jumlah pemilih yang datang ke TPS tercatat 1.453.169. Tapi di catatan KPU 1.463.980. "Kami mengindikasikan adanya penggelembungan suara di sini," ujarnya. Saksi dari Gerindra pun urung menandatangani berkas acara.

Begitu juga dengan PBB yang mana hasil Pileg di Jabar dikatakan gagal. Menurut Wakil Ketua DPW PBB Ahmad Tohari bahwa KPU Jabar cenderung tidak maksimal selaku penyelenggara. Temuan demi temuan Panwaslu yang terjadi menjadi dasar alasan PBB menolak hasil pemilu.

"Ini cacat hukum, penyelenggaraan sudah sejak 9 April tapi pelanggaran baru terbuka sekarang," ungkapnya. Dia pun memilih tidak menandatangani. "Kalau memilih menandatangani artinya saya mendukung kesalahan."

Sementara itu Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat mengaku tidak mempermasalahkan adanya partai yang ogah menandatangani berita acara. Menurut dia, itu tidak akan mempengaruhi hasil secara keseluruhan. "Ini tidak berpengaruh karena rekapitulasi sudah selesai, saksi lain dan komisioner akan menandatangani," ungkapnya.

Kata Yayat, hasil rapat pleno hari ini akan dibawa ke Jakarta untuk kemudian kembali direkapitulasi di tingkat nasional pada 29 April mendatang.

Baca juga:
Unggul di 16 kabupaten/kota, PDIP raih suara tertinggi di Jabar
Front Anti-Komunis Indonesia dukung Prabowo
PKB habiskan dana kampanye Rp 224 M
Jokowi temui Sri Mulyani bicarakan cawapres
Kembali melenggang ke Senayan, Eko Patrio mengaku terbebani

(mdk/hhw)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.