LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pasca pilkada serentak, begini cara melawan Jokowi di Pilpres 2019

Direktur Indonesian Watch for Democracy (IWD) Endang Tirtana punya cara berbeda menilai hasil pilkada serentak. Kemenangan para calon kepala daerah masih dipengaruhi oleh konfigurasi kandidat dan emosional pemilih. Meskipun ada diferensiasi, tapi sosok nasional seperti Jokowi dan Prabowo masih sangat kuat.

2018-06-29 21:07:15
Pilkada Serentak
Advertisement

Gegap gempita pesta demokrasi yang dijalankan secara serentak di seluruh provinsi dan kabupaten-kota seluruh Indonesia, adalah lembaran baru demokrasi Indonesia. Dari hasil penghitungan cepat, Partai NasDem sebagai partai yang paling banyak unggul dalam kontestasi pilkada. Kabar kurang menggembirakan justru menghantui PDI-P, sebagai partai pengusung utama Presiden Jokowi pada Pilpres Sebelumnya.

Direktur Indonesian Watch for Democracy (IWD) Endang Tirtana punya cara berbeda menilai hasil pilkada serentak. Kemenangan para calon kepala daerah masih dipengaruhi oleh konfigurasi kandidat dan emosional pemilih. Meskipun ada diferensiasi, tapi sosok nasional seperti Jokowi dan Prabowo masih sangat kuat sebagai figuritas pemilih.

Lebih lanjut Endang memaparkan, bahwa konsolidasi kekuatan Jokowi semakin nyata. Walau PDIP mengalami kekalahan di banyak tempat. Tetapi, kandidat yang menang adalah orang yang punya kedekatan dengan Presiden Jokowi.

Advertisement

"Salah satu Contoh Nurdin Abdullah, maju di Sulawesi Selatan, dan didukung penuh PDIP. Juga seperti Ridwan Kamil, meski tak diusung PDIP dia secara tegas akan mendukung Jokowi. Saya duga hal yang sama juga pada Khofifah. Salah satu menteri pilihan Jokowi yang maju sebagai Gubernur Jatim," kata Endang melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (29/6).

Dia berpendapat bahwa posisi Jokowi masih terlalu kuat. Meski begitu ada cara untuk melemahkan Jokowi. "Jokowi dengan format sekarang cukup kuat untuk dilawan. Cara satu-satunya bersatunya Prabowo dan Amien Rais sebagai lawan di Pilpres," tambah Endang.

Endang punya alasan kenapa mendorong Prabowo dan Amien Rais, dirinya menekankan karena memang hanya Gerindra dan PAN yang bisa melawan Jokowi.

Advertisement

"Semua kemenangan calon Gerindra di Pilkada akibat figuritas Prabowo. Sedangkan kemenangan PAN karena pengaruh dan fatwa-fatwa politik Amien Rais. Jadi, Prabowo-Amien Rais adalah salah satu jalan melawan kekuatan incumbent Presiden. Itu cara menumbangkan Jokowi" tutup Endang.

Baca juga:
'Apa yang terjadi di Pilkada 2018 jadi gambaran peta politik di 2019'
Wasekjen bersyukur gubernur terpilih tak diusung PDIP tetap dukung Jokowi
Amien Rais sebut dari hasil pilkada rakyat ingin ganti presiden di 2019
Sekjen Golkar tak yakin JK maju di Pilpres 2019
Suara di Pilkada 2018 kalahkan PDIP, Golkar tetap serahkan cawapres ke Jokowi

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.