LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

'Pasangan calon di Pilgub DKI tak perlu lakukan drama politik'

Menurutnya, pasangan calon tak perlu melakukan drama politik dengan bersikap seolah sudah menjadi gubernur ataupun wakil gubernur. Munculnya drama gubernur-gubernuran, kata Ray, disebabkan perbedaan hasil dari sejumlah lembaga survei dari masing-masing pasangan calon.

2017-04-16 17:59:23
Pilgub DKI
Advertisement

Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017 putaran dua akan digelar pada Rabu 19 April nanti. Situasi Pilgub DKI Jakarta 2017 ini dinilai mirip dengan Pemilihan Presiden 2014 berpotensi memunculkan drama 'gubernur-gubernuran'. Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia, Ray Rangkuti berpendapat, sebaiknya pasangan calon yang kalah dalam Pilgub DKI Jakarta nanti dapat bersikap bijaksana.

"Tapi sebaiknya memang tak perlu ada drama seperti itu, tunggu saja hasil resminya. Kalah dengan lapang dada itu jauh lebih bijaksana dan dewasa," kata Ray Rangkuti saat dihubungi, Jakarta, Minggu (16/4) .

Menurutnya, pasangan calon tak perlu melakukan drama politik dengan bersikap seolah sudah menjadi gubernur ataupun wakil gubernur. Munculnya drama gubernur-gubernuran, kata Ray, disebabkan perbedaan hasil dari sejumlah lembaga survei dari masing-masing pasangan calon.

"Ini (gubernur-gubernuran) sangat mungkin terjadi, karena lembaga survei masing-masing memiliki hasil berbeda sehingga memunculkan respon berbeda juga. Belum lagi ketika hasil quick count nanti munculnya berbeda," jelas Ray.

Memang pada Pemilihan Presiden 2014, kubu Prabowo Subianto - Hatta Radjasa sempat melakukan syukuran dengan kegiatan yang seolah sudah terpilih meski belum ada keputusan resmi. Orang-orang menyebut hal itu sebagai drama 'presiden-presidenan'. Peristiwa ini dipicu oleh sejumlah perbedaan hasil quick count, antara yang memenangkan pasangan Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK.

Gejala serupa kembali nampak saat ini, padahal waktu pencoblosan masih beberapa hari lagi. Program visi-misi pasangan Anies Baswedan - Sandiaga Uno sudah dijalankan dengan kondisi seolah mereka sebagai pemenang dalam pemilihan gubernur Jakarta.

"Sepertinya ini bagian dari strategi menguatkan dukungan dan meningkatkan kepercayaan diri di akhir masa kampanye," ujar Ray.

Kejadian seperti ini, menurut Ray, erat hubungannya dengan psikologi internal tim Anies-Sandi. Ada upaya untuk membangkitkan semangat yang mulai kendur, karena sejumlah hasil survei akhir-akhir ini menggambarkan kecenderungan tren naik di lawan.

Ray memperkirakan drama-drama tersebut masih sangat mungkin berlanjut, terutama nanti ketika menyikapi hasil quick count.

Baca juga:
Lapor dana kampanye ke KPU, Ahok-Djarot banyak disumbang perusahaan
Berbeda dengan Sandi, Anies enggan bahas tim transisi sebelum menang
Anies mengaku punya bukti politik uang pembagian sembako
Putaran kedua, Ahok-Djarot habiskan dana kampanye Rp 31,7 miliar
Tim Anies-Sandi curiga ada 138.741 suket baru jelang pencoblosan
Putaran dua Anies-Sandi habiskan Rp 17 M, Sandiaga sumbang Rp 16 M
Tim Anies-Sandi temukan pembagian sembako murah di Mampang

(mdk/msh)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.