LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Partai Islam Se-Malaysia Kaget Lihat Besarnya Surat Suara Pemilu dan Jumlah DPT Jabar

Perwakilan dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok. Mereka ingin mempelajari dan mengetahui sistem pemilihan umum yang dijalankan di Indonesia. Ketika mengetahui sistem dan teknis pemilihan, para anggota partai itu kaget.

2019-03-19 19:33:00
Pemilu 2019
Advertisement

Perwakilan dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) mengunjungi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Depok. Mereka ingin mempelajari dan mengetahui sistem pemilihan umum yang dijalankan di Indonesia. Ketika mengetahui sistem dan teknis pemilihan, para anggota partai itu kaget.

Misalnya saat melihat bentuk fisik surat suara tingkat parlemen yang berukuran 50 x 80 sentimeter. Sedangkan di Malaysia ukuran surat suara tidak selebar di Indonesia.

"Bagaimana kagetnya mereka melihat surat suara yang besar sekali di Indonesia. Kemudian mereka juga ingin mengetahui soal cara memilih dengan sistem maka banyak hal yang berbeda mulai dari daftar pemilih pun berbeda seperti apa. Kemudian cara pencalonan dan sebagainya itu pun berbeda dengan mereka," kata Komisioner KPU Depok, Jayadin, Selasa (19/3).

Advertisement

Pihaknya juga menyampaikan pada perwakilan PAS mengenai banyaknya peserta pemilihan umum serentak. Mulai dari DPRD, DPR, DPD hingga presiden.

"Ini menjadi hal baru yang dapat mungkin bisa diimplementasikan atau menjadi gambaran bagaimana untuk meningkatkan tingkat indeks demokrasi di negara Malaysia," ucapnya.

Hal lain yang membuat orang Malaysia terkejut adalah jumlah daftar pemilih tetap (DPT). Di Jawa Barat kata dia jumlahnya mencapai 33 juta.

Advertisement

"Kalau di Malaysia 33 juta itu setara dengan satu negara. Bagi mereka ini hal yang luar biasa dan mereka apresiasi," katanya.

Pemilu di Indonesia menjadi hal menarik bagi dunia hingga akhirnya mereka datang dan mempelajari seluk beluknya. Mereka juga sempat menanyakan perihal pencegahan politik uang di Indonesia dan isu SARA.

"Sangat tergambar banget tadi mereka datang ke sini untuk mempelajari tentang pemilihan Presiden. Kemudian kami ceritakan bahwa di sini bukan hanya presiden yang akan kita pilih nanti tapi juga Perwakilan Daerah parlemen."

Pengarah Pusat Kajian Strategik Negeri Kelantan, Wan Nik Bin Wan Yussof menuturkan, pihaknya ingin belajar dari Indonesia mengenai pemilu. Menurutnya proses di Indonesia berjalan baik sehingga diharapkan bisa ada pelajaran yang diambil untuk dapat diimplementasikan.

"Perkembangan demokrasi di sini subur dan kita yakin itu menjadi satu pertanda baik bagi rakyat," katanya.

Baca juga:
Fadli Zon Klarifikasi ke Bawaslu, Hadir Munajat 212 Bukan Kampanye
Pemilu Kurang Sebulan Lagi, Kubu Prabowo Sebut DPT Masih Amburadul
Erwin Aksa Merapat ke Prabowo, Golkar Gelar Rapat Internal Siang Ini
Bawaslu Banten Telusuri Foto Viral Enam ASN Berpose Dukung Prabowo-Sandi
KPU Gelar Rapat Evaluasi Debat ke-3
Wacanakan Sekolah Libur Selama Ramadan, Sandiaga Ingin Siswa Mengasah Budi Pekerti

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.