LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Partai Berkarya diprediksi lolos ke DPR di Pemilu 2019

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun memprediksi Partai Berkarya bisa menembus ambang batas masuk parlemen di Pemilu 2019. Menurutnya, Partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu bisa mendapatkan empat hingga tujuh persen suara sah nasional.

2018-06-13 12:23:56
Partai Berkarya
Advertisement

Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median Rico Marbun memprediksi Partai Berkarya bisa menembus ambang batas masuk parlemen di Pemilu 2019. Menurutnya, Partai besutan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto itu bisa mendapatkan empat hingga tujuh persen suara sah nasional.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, partai politik yang ingin masuk ke parlemen, harus bisa menembus angka empat persen suara sah nasional. Jika tidak, partai tersebut tidak bisa menyisipkan wakilnya di parlemen.

"Saya pikir antara empat sampai tujuh persen itu target yang masuk akal, logis," kata Rico saat dihubungi merdeka.com, Rabu (13/6).

Advertisement

Rico menjelaskan alasan dari prediksi kelolosan Partai Berkarya. Salah satu alasannya adalah formasi tokoh yang ada di dalam Partai Berkarya mulai dari Tommy Soeharto hingga Titiek Soeharto.

"Menurut saya. Kalau saya lihat formasi orang kuat. Formasi orang-orang yang ada di sekitarnya kemudian bagaimana mereka agresif melakukan komunikasi dan manuver politik saya pikir ini cukup kuat ya," ungkapnya.

Dia mengatakan dari beberapa karakter rakyat Indonesia, ada yang selalu menunggu gebrakan baru dalam satu pemilu. Segmen itu, tambah Rico, yang membuka peluang bagi partai dari anak Presiden Kedua Soeharto itu.

Advertisement

"Dari satu pemilu ke pemilu itu biasanya ada satu segmen dari pemilih yang selalu menunggu hal yang baru. Sama seperti masyarakat dalam periode waktu tertentu itu selalu ada launching produk yang baru kan begitu," ungkapnya.

"Segmen ini yang bisa diambil oleh partai berkarya kalau mereka serius," ucapnya.

Dia tidak memungkiri efek mendompleng sosok Presiden Kedua, Soeharto masih cukup berpengaruh bagi Partai Berkarya. Namun dia mengatakan, seharusnya Partai Berkarya juga berusaha menggaet massa milenial.

"Jangan lupa partai Berkarya tidak hanya menjual kebesaran dari Pak Harto tetapi dia juga harus menemukan cara baru nih untuk menggaet memilih milenial yang mereka sama sekali tidak kenal Pak Soeharto. Kecuali dari buku-buku sejarah dan buku pelajaran," kata Rico.

Menurut Rico memang sudah seharusnya partai besutan Tommy Soeharto itu menggaet milenial. Karena tidak semua masyarakat kenal atau menjadi pendukung Presiden Kedua Soeharto di masa Orde Baru.

"Karena tidak semuanya, tidak semuanya pemilih yang lahir di Orde Baru itu memilih Golkar ada juga yang memilih PDIP ada juga yang memilih PPP. Artinya mereka juga harus bersaing dengan partai-partai tua itu," ungkapnya.

Dia menambahkan, Partai Berkarya bisa saja menggaet milenial jika mulai memasukan beberapa hal yang memang diincar kalangan itu di visi-misinya. Mulai dari lapangan kerja hingga tempat tinggal.

"Karena begini, milenial itu yang dipikirkan satu, kerja, lapangan pekerjaan dan mereka punya cara-cara bekerja yang sebagian besarnya tidak sama dengan generasi-generasi sebelumnya. Mereka tidak terlalu happy untuk jadi pegawai. begitu ingin bekerja di dalam industri kreatif dan sebagainya," ujarnya.

"Kemudian masalah tempat tinggal, milenial ini kelompok yang produktif yang sangat membutuhkan tempat tinggal baru untuk lepas dari orang tuanya. Dua isu ini," ucapnya.

Baca juga:

Idrus Marham masih tak percaya Trah Soeharto tinggalkan Golkar
Manuver politik anak-anak Soeharto menjelang Pilpres
Partai Berkarya bidik 45 persen suara pecinta Soeharto pada Pemilu 2019
Tommy Soeharto: 20 tahun reformasi, bukan kemajuan tetapi keprihatinan
Golkar belum terima surat pengunduran diri Titiek Soeharto
Titiek pindah ke Berkarya, Bamsoet khawatir Golkar ditinggal pecinta Soeharto

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.