Parpol Diminta Tak Malu-Malu Kucing Ungkap Sosok Calon Menteri
Idealnya partai-partai politik itu menyampaikan usulan kader-kader terbaiknya secara terbuka. Ini perlu dilakukan supaya masyarakat bisa menilai siapa saja nama-nama kader yang diusulkan partai koalisi tersebut.
Partai politik pengusung presiden dan wakil presiden terpilih, Jokowi-Maruf Amin sudah tak lagi malu-malu meminta jatah kursi menteri dalam pemerintahan. Namun, parpol diminta tak malu-malu mengungkap sosok yang dijagokan menjadi calon menteri.
"Idealnya partai-partai politik itu menyampaikan usulan kader-kader terbaiknya secara terbuka," kata Direktur DIKSI Indonesia, Sebastian Salang saat diskusi di Kantor Formappi, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (18/7).
Menurut Sebastian, ini perlu dilakukan supaya masyarakat bisa menilai siapa saja nama-nama kader yang diusulkan partai koalisi tersebut.
"Tentu saja dengan pilihan-pilihan, bukan hanya satu harus jadi," ucapnya.
Alasan kedua, supaya publik bisa melihat kompetensi sosok yang diajukan sebagai calon menteri. "Track record-nya bagaimana, integritasnya gimana, kemampuannya bagaimana, keberaniannya untuk mengeksekusi kebijakan bagaimana. Itu harus dinilai semuanya," kata Sebastian.
Menurutnya, selama ini parpol justru terlihat enggan untuk terbuka menyampaikan sosok yang dijagokan sebagai calon menteri. Sebastian merasa parpol-parpol tersebut cenderung bersikap malu-malu kucing. Di satu sisi para partai itu meminta jatah, kata Sebastian, namun di sisi lain mereka enggan membuka nama-namanya ke publik.
"Mereka mau, tapi malu untuk menyampaikan 'kami punya calon'," ucap Sebastian.
Reporter: Yopi Makdori
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Presiden Terpilih Diminta Libatkan Masyarakat dalam Penyusunan Kabinet
3 Tokoh Kubu Jokowi Tak Berpikir Ingin Jadi Menteri
15 Kursi Menteri Kabinet Jokowi-Ma'ruf Diusulkan Diisi Kalangan Profesional
Susun Kabinet, Jokowi-Ma'ruf Diminta Sensitif Gender
Golkar Godok Lima Nama Calon Menteri Jokowi, Ada Dedi Mulyadi