LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Para Syndicate: Debat Pilpres Pertama Datar-Datar Saja, Belum Memuaskan

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo memberikan nilai tujuh untuk pasangan calon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, dan nilai enam untuk pasangan calon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dari keseluruhan debat pertama. Menurutnya, wajar angkanya masih pas-pasan karena pemaparan datar-datar saja.

2019-01-18 19:22:24
Debat Capres
Advertisement

Direktur Eksekutif Para Syndicate Ari Nurcahyo memberikan nilai tujuh untuk pasangan calon 01 Joko Widodo dan Ma'ruf Amin, dan nilai enam untuk pasangan calon 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, dari keseluruhan debat pertama. Menurutnya, wajar angkanya masih pas-pasan karena pemaparan datar-datar saja.

"Kalau saya memberikan nilai pasangan 01 saya beri nilai tujuh, pasangan 02 nilai enam. Karena masih datar-datar saja tetapi pas passing gradenya lulus ya. Memang masih datar saja belum kategori puas ya," ujar Ari di kantor Para Syndicate, Jakarta Selatan, Jumat (18/1).

Ari menilai ada nilai lebih oleh pasangan calon presiden 01. Jokowi menurutnya berhasil membalas serangan Prabowo dengan baik. Mulai dari mengangkat kasus Ratna Sarumpaet, sampai menungkit Gerindra yang banyak mengusung caleg mantan koruptor.

Advertisement

Pemaparan Ma'ruf soal terorisme juga dinilai baik. Karena mampu memberikan perspektif kesejahteraan dalam terorisme itu.

"Poin-poin ini ditakar paparan pak Jokowi dan kiai Ma'ruf, kadar substansi itu lebih besar dibandingkan substansi pak Prabowo," jelasnya.

Sementara, Prabowo dinilai terlalu memberikan penjelasan berputar. Meski membawa kasus-kasus, tapi tidak memberikan jawaban yang jelas.

Advertisement

"Prabowo tidak straight to the point tapi berputar. Berangkat dari kasus-kasus tapi ga straight to point," kata dia.

Selain itu Prabowo dinilai tak membawa data akurat di atas panggung debat. Beberapa kali Ketum Gerindra itu memberikan data salah. Seperti menyebut luas Jateng lebih besar dibandingkan Malaysia.

"Impactnya berbahaya bagi proses menimbulkan kebingungan di masyarakat, menimbulkan distrust, ketidakpercayaan terhadap informasi terhadap data," jelas Ari.

Baca juga:
Soal 'Chief of Law Enforcement', Prabowo Dinilai Masih Terbawa Orba
Kadin Sebut Target Prabowo Tax Ratio Mau 16 Persen Mungkin Terjadi, Berikut Syaratnya
Fahri Hamzah Nilai Ma'ruf Amin Banyak Diam Karena Tersandera Contekan
Ditanya Kenapa Tak Serang Jokowi di Debat, Ini Jawaban Prabowo
Jokowi Ungguli Prabowo Dalam Percakapan Media Sosial Saat Debat Capres
Komnas HAM Nilai Jokowi dan Prabowo Tak Milik Strategi Penuntasan Kasus HAM

(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.