LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Paparkan visi misi, Ganjar-Yasin ditanya tingginya perceraian di Jateng

Yasin mengakui jika angka perceraian di Jateng memang tinggi. Bahkan di Wonogiri perceraian terjadi 18 kali per hari.

2018-03-31 14:31:00
Pilgub Jateng
Advertisement

Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah mengadakan Taaruf Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Sabtu (31/3). Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah pun memaparkan visi misi di hadapan 35 pimpinan daerah Muhammadiyah, pimpinan Aisyiah, lembaga pendidikan dan kesehatan Muhammadiyah se-Jateng.

Paparan pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin menyinggung beberapa program unggulannya. Seperti insentif guru madrasah diniyah, TPQ, dan pesantren Rp 331 miliar pertahun. Juga beasiswa untuk para santri penghafal Al Quran atau hafiz dan hafidzah sebesar Rp 1 juta per anak.

Namun ketika Yasin menyelesaikan penjelasannya, pertanyaan pertama justru bukan hal-hal yang ia paparkan. Melainkan soal janda. Pertanyaan dilontarkan Ketua Pemuda Muhammadiyah Jateng AM Jumai. Menurutnya, dari data BPS jumlah janda di Jateng sebanyak 10 ribu. Artinya angka perceraian tinggi. "Bagaimana mengatasi ini karena dampak perceraian banyak sekali," katanya.

Advertisement

Simak berita Ganjar Pranowo selengkapnya di Liputan6.com

Menjawab pertanyaan tersebut, Yasin mengakui jika angka perceraian di Jateng memang tinggi. Bahkan di Wonogiri perceraian terjadi 18 kali per hari.

Menurut Yasin, Pemprov Jateng dan DPRD Jateng sudah menyusun Peraturan Daerah tentang Ketahanan Keluarga. "Saya di Dewan Komisi E kemarin mengusulkan dan menggodok persa tersebut, baru digedok, insyaallah 2019 sudah bisa dilaksanakan," katanya.

Advertisement

Perda tersebut memberi amanat pemerintah provinsi untuk memberi pendampingan pada keluarga rentan. Selain itu juga membuat program pendidikan pranikah dan konsultasi anak muda. "Dampak perceraian itu besar dari anak, juga budaya, ekonomi keluarga. Maka pendidikan pra nikah ajarkan bagaimana suami isteri saling menghormati dan menghargai," katanya.

Ganjar menimpali jawaban Gus Yasin. Menurutnya, perceraian kadang terjadi karena pasangan sudah tidak bahagia lagi.

(mdk/rhm)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.