Pantau 171 Pilkada 2018, Demokrat punya 'war room' di kantor DPP
Partai Demokrat menyediakan ruangan khusus untuk memantau proses hitung cepat (quick count) Pilkada serentak 2018. Pemantauan dilakukan di Wisma Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Partai Demokrat menyediakan ruangan khusus untuk memantau proses hitung cepat (quick count) Pilkada serentak 2018. Pemantauan dilakukan di Wisma Proklamasi, Cikini, Jakarta Pusat dan dihadiri langsung oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan mengatakan, setelah melakukan pencoblosan di TPS masing-masing, semua kader merapat ke Wisma Proklamasi. Sementara yang di daerah merapat ke DPP.
"Di lantai 3 kami punya ruangan monitoring, war room, ruang berperang, untuk memonitor 171 pilkada," kata Hinca saat ditemui di lokasi, Rabu (27/6).
Hinca mengungkapkan, tiap-tiap DPD sudah melakukan pemantauan dan siap melakukan laporan ke pusat yaitu di Wisma Proklamasi.
"Kawan-kawan di DPD untuk pemilihan gubernur yang 17 dan pemilihan kabupaten kota dan selebihnya, semuanya sekarang stand by untuk melaporkan," ujarnya.
Hinca menyatakan sudah ada beberapa hasil penghitungan cepat dari beberapa daerah, yaitu Indonesia bagian Timur karena di sana waktunya berjalan lebih cepat.
"Bahkan sebagian sudah masuk dari Timur, sekarang sudah jam 3 berarti sudah mulai masuk datanya. Kami harap sekitar jam 5 sudah berkumpul semuanya dari versi demokrat. Dari laporan sementara mudah-mudahan apa yang sudah kami siapkan hasilnya baik dan membuat kita gembira," tutup dia.
Baca juga:
SBY pantau hitung cepat Pilkada 2018 dari markas Demokrat
Kompak berbatik biru saat nyoblos, SBY kembali ingatkan TNI-Polri netral
Usai nyoblos di Cikeas, SBY geser ke kantor DPP pantau Pilkada Serentak
Ketua DPP Demokrat klaim SBY-JK sepaham Pilpres 2019 perlu calon alternatif
Demokrat tunggu 'duren runtuh' jika Jokowi tak gandeng kader Golkar di Pilpres
AHY sebut arah koalisi Demokrat di Pilpres masih terhalang kabut tebal
Besok pencoblosan Pilkada serentak, elite Demokrat gelar rapat tertutup