Panitia Munaslub Golkar janji tak akan tagih calon Rp 20 miliar
Theo berharap tidak ada transaksi berupa dana untuk perolehan kekuasaan menjadi ketua umum.
Ketua Penyelenggara Munaslub Partai Golkar, Theo L Sambuaga, menegaskan bakal calon ketua umum wajib setor Rp 20 miliar hanya wacana belaka. Terkait hal tersebut saat ini dirundingkan berapa nominal yang pantas.
"Itu enggak benar itu. Itu ada wacana isu tetapi belum diputuskan, masih akan diputuskan pada beberapa waktu. Bahwa itu bagian dari pendaftaran tapi tidak seperti itu. Angkanya jauh. Mungkin minimum 1 juta rupiah begitu," kata Theo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/4).
Namun terkait transportasi menuju lokasi Munaslub, menurut Theo, tiap utusan DPD harus menganggarkan secara mandiri.
Selain itu dia menjelaskan bahwa masing-masing bakal calon harus mengantongi jumlah dukungan minimal 30 persen suara. Hal tersebut akan menjadi mekanisme seleksi di awal.
"Pemilihan ketum akan dilaksanakan secara demokratis, calon-calon daftar kemudian ya akan mendapat dukungan 30 persen itu yang dukungan," tuturnya.
Theo berharap tidak ada transaksi berupa dana untuk perolehan kekuasaan menjadi ketua umum. "Jadi kita akan laksanakan berdasarkan prinsip demokratis, dan kita betul-betul juga tidak mau ada terjadi hal-hal bersifat money politics, transaksi-transaksi," ujarnya.
Theo berujar, sejauh ini sudah ada 10 bakal calon yang siap bertanding. Sedangkan panitia Munaslub akan melakukan rapat besok Rabu (20/4) di Kantor Golkar, Slipi, Jakarta.
Baca juga:
Jika jadi ketum, Airlangga akan buat sekolah politik buat kader muda
Yance dan Dedi Mulyadi berpeluang jadi ketua Golkar Jabar
Survei ISC: Elektabilitas Airlangga paling bagus buat Ketum Golkar
Jadi ketum Golkar tak cukup modal sosial tapi finansial
Golkar perlu Ketua Umum yang tidak tercela
Setnov yakin tak ada setoran wajib Rp 20 M untuk caketum Golkar
Wacana setor Rp 20 M, Tim Akom bilang 'belum maju sudah diperas'