PAN soal reshuffle jilid II: Kalau sudah bergabung harus all out
"Bagian dari all out diajak masuk ke dalam pemerintahan," kata Yandri.
Ketua MPP PAN Soetrisno Bachir mengeluhkan tak ada kader PAN yang masuk dalam kabinet kerja pemerintahan Jokowi-JK. Hal ini dinilai membuat PAN sulit berkontribusi terhadap kinerja pemerintahan.
Sekretaris Fraksi PAN di DPR Yandri Susanto menjelaskan, pernyataan Soetrisno bukan meminta jatah menteri kepada Jokowi. Dia mengatakan, maksudnya adalah PAN tidak bisa berbuat banyak membantu pemerintahan jika tak ada kader yang menjadi menteri.
"Artinya kalau PAN sudah bergabung harus all out. Bagian dari all out diajak masuk ke dalam pemerintahan," kata Yandri saat dihubungi, Kamis (15/10).
Meski demikian, Yandri menyerahkan sepenuhnya soal reshuffle jilid II yang diisukan bakal dilakukan pemerintah dalam waktu dekat ini diserahkan kepada Jokowi. Yang jelas, kata dia, PAN memiliki banyak kader yang layak untuk diusulkan menjadi menteri.
"Itu kan hak prerogatif. Sejak PAN berdiri sampai zaman Mega kita siap, Gus Dur, SBY kita siap, apalagi setelah 17 tahun lebih banyak lagi kader yang bisa (jadi menteri)," tutur dia.
Meski demikian, Yandri mengaku tak masalah jika di reshuffle jilid II nanti tidak diajak masuk kabinet. Hanya saja, menurut dia, reshuffle jilid II yang kemungkinan bakal dilakukan Jokowi November nanti bukan karena ingin mengakomodir PAN di pemerintahan.
"Kita meyakini itu bukan karena PAN, tapi kebutuhan dari presiden. Persoalan nanti PAN diajak perbaiki kinerja pemerintahan, akan kita siapkan kader terbaik," tegas dia.
Sebelumnya, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir yang pada Selasa (13/10), menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pada kesempatan itu, Soetrisno mengeluhkan tak ada kader PAN di pemerintahan.
"Kalau sekarang belum ada di pemerintahan, ya bagaimana bisa memberikan masukan-masukan. Seperti saya kan kalau bertemu dengan Pak JK juga membahas masalah ekonomi ataupun saya ketemu Pak Jokowi juga demikian, bagaimana kita memberikan masukan-masukan," kata Soetrisno.
Soetrisno juga mengkritik kinerja para menteri Jokowi yang dinilai santai dalam mengemban tugas. Dia mengatakan, seluruh pihak perlu mendorong kinerja menteri dan birokrasi pemerintahan sesuai arahan Presiden Jokowi dan Wapres JK.
Soetrisno menyatakan, PAN akan terlihat lebih berkontribusi jika berada dalam pemerintahan. Namun demikian, dia menyerahkan sepenuhnya soal posisi menteri ini kepada Jokowi-JK.
"Ya di pemerintahan itu kan bermacam-macam ya. Itu tentu kontribusinya akan lebih besar," kata Soetrisno.
Baca juga:
PAN: Isu reshuffle jilid II menguat, November atau Desember
PAN kecewa tak masuk pemerintahan, Fraksi PDIP angkat tangan
Lawatan Soetrisno Bachir ke Istana dan isu reshuffle jilid II
Cak Imin kritik Jokowi: Sudah reshuffle tetap saja enggak berubah
Ceu Popong kritik Jokowi: Dia bilang tak krisis,punya pikiran tidak?
Pakar HTN tuding kabinet Jokowi tak paham persoalan negeri
Menteri Yuddy klaim jabatannya jadi rebutan saat reshuffle