PAN soal presidential threshold: Orang mau jadi presiden dipersulit
PAN soal presidential threshold: Orang mau jadi presiden dipersulit. Menurut Zulkifli, apabila presidential threshold dihapus setiap parpol dapat mengusung calon pada Pilpres 2019.
Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mendukung wacana penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold menjadi nol persen. Menurut Zulkifli, apabila presidential threshold dihapus setiap parpol dapat mengusung calon pada Pilpres 2019.
"Presidential treshold disamakan saja dengan parliamentary threshold. Dipermudah saja soal orang mau jadi presiden kenapa mesti dipersulit. Biar banyak pilihan kan, dan disesuaikan dengan PT (parliamentary threshold) aja jadi kalau nanti PT-nya berapa misalkan 3,5 ya sama lah gitu. Seiring sejalan," kata Zulkifli di gedung DPR, Jakarta, Rabu (3/5).
Menurut dia, jika Presidential Treshold ditiadakan maka seluruh partai politik peserta Pemilu dapat mengusung calon Presiden masing-masing. Namun, Zulkifli meyakini meski partai politik mempunyai hak yang sama dalam mengusung calon Presiden dan Wakil Presiden tetapi tetap akan terjadi konsolidasi lintas partai atau koalisi.
"Ya pokoknya gitu syaratnya partai atau gabungan partai, dan bisa," pungkasnya.
Diketahui, tujuh dari sepuluh fraksi di DPR menyetujui tak adanya ambang batas (presidential threshold) sebagai syarat untuk mengusung calon presiden pada Pemilu 2019. Sementara, pemerintah tetap konsisten presidential threshold 20 persen.
Baca juga:
Ahmad Dhani: Kalau PKB dan PAN bakal dukung Ahok itu hoax
PAN siapkan kader sendiri buat lawan Ahok di Pilgub 2017
Politikus PAN cium muatan politik di balik penggusuran Kalijodo
Politikus senior PAN desak Zulkifli Hasan tolak revisi UU KPK
PAN usung Eko Patrio-Desy Ratnasari di Pilgub DKI, ini reaksi Ahok
Diusung PAN jadi cagub DKI, Desy Ratnasari tak mau jumawa