LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Pakde Karwo dan Khofifah, dua 'musuh' yang dipersatukan pragmatisme

Dua kali Khofifah Indar Parawansa dikalahkan Soekarwo saat Pilgub Jatim 2008 dan 2013. Namun di Pilgub Jatim 2018, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu berbalik mendukung bekas 'musuh'-nya itu setelah Partai Demokrat resmi menduetkan Khofifah dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

2017-11-24 15:13:00
Pilgub Jatim
Advertisement

Dua kali Khofifah Indar Parawansa dikalahkan Soekarwo saat Pilgub Jatim 2008 dan 2013. Namun di Pilgub Jatim 2018, gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo itu berbalik mendukung bekas 'musuh'-nya itu setelah Partai Demokrat resmi menduetkan Khofifah dengan Bupati Trenggalek Emil Dardak.

Menurut pengamat politik dan yang juga dosen FISIP Unair, Hari Fitrianto, besekutunya Pakde Karwo, yang merupakan Ketua Partai Demokrat Jatim, dan Khofifah di Pilgub Jatim 2018 dilatarbekalangi pragmatisme politik untuk menguasai Jatim di Pemilu 2019.

"Daya tawar khofifah dengan Muslimat NU-nya tentu dihitung oleh Demokrat," kata Hari saat dihubungi wartawan, Jumat (24/11).

Menurut Hari, berbaliknya Pakde Karwo mendukung Khofifah dilatarbekalangi oleh kemenangan jago Demokrat itu di Pilgub Jatim 2008.

"Pakde Karwo di 2008 didukung partai menengah (Demokrat) berhasil mengambil posisi gubernur. Setelah itu masuk Demokrat dan pada waktu Pemilu 2009 terbukti suara Demokrat terbukti menjadi partai yang besar di Jatim dan lompatannya luar biasa," papar Hari.

Hari mengatakan, Demokrat sadar betul pentingnya menguasai Jawa Timur demi kepentingan Pemilu 2019. "Jawa timur itu dalam DPT provinsi terbesar kedua setelah Jabar," ujar Hari.

"Kalau ingin memenangkan pilpres nanti, menguasai kawasan itu menjadi sangat penting," ujar Hari.

Terlebih, lanjut dia, Pileg dan Pilpres 2019 dilakukan serentak. "Mesin partai akan kampanye untuk calegnya masing-masing, sedangkan capres akan mengkampanyekan dirinya sendiri," ujarnya.(mdk/bal)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.