Pakar Hukum Nilai Presiden Tak Etis Bicara Ciri Pemimpin Berambut Putih
"Seandainya pertanyaannya etiskah gak sih seorang Jokowi kemudian kadang kadang bilangnya Pak Prabowo nih dan seterusnya, lain kali bilangnya rambut putih, etis gak? gak etis," kata Bivitri.
Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menyoroti sikap Presiden Joko Widodo yang terlihat mengendorse bakal capres tertentu. Misalnya ketika Jokowi berbicara ciri pemimpin berambut putih yang memikirkan rakyat.
"Seandainya pertanyaannya etiskah gak sih seorang Jokowi kemudian kadang kadang bilangnya Pak Prabowo nih dan seterusnya, lain kali bilangnya rambut putih, etis gak? gak etis," kata Bivitri dalam acara Ngopi Dari Sebrang Istana 'Zona Nyaman Jokowi' di Jakarta, Minggu (4/12).
Bivitri mengingatkan, bahwa menentukan calon pemimpin sudah ditentukan dengan cara pemilu dengan mekanisme kampanye. Harusnya, saat ini membicarakan hal-hal substantif untuk kepentingan rakyat.
"Membicarakan hal hal yang substantif dan lain sebagainya bukan membicarakan warna rambut, atau membicarakan soal yang 'dua kali udah kalah melulu terus sekarang seharusnya menang' bukan itu soalnya," ujarnya.
"Tapi isu apa yang seharusnya jadi pembicaraan kita semua sehingga kita nanti tahu siapa nanti yang harus dipilih bukan siapa yang direstui atau tidak direstui oleh Jokowi," sambungnya.
Bivitri mengatakan, ukuran nilai dan etik penting dilakukan oleh seorang pemimpin. Menurutnya, dua hal tersebut mesti jadi pembahasan dalam dinamika politik 2024.
"Ukuran kita adalah values, ukuran kita adalah etik soal apa yang seharusnya yang dilakukan dan tidak apa yang dilakukan dalam negara demokrasi, jadi itu saya kira yang harus jadi salah satu pembicaraan kita tentang 2024 nanti," pungkasnya.
(mdk/ded)