Paguyuban Pasundan tawarkan Yuddy Crisnandi dan Aher kepada Jokowi dan Prabowo
Komunitas Paguyuban Pasundan menilai figur warga sunda sudah saatnya terjun menjadi kandidat dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Apalagi, daerah Jawa Barat sebagai penyumbang 20 persen suara pemilihan bisa mengubah peta politik nasional.
Komunitas Paguyuban Pasundan menilai figur warga sunda sudah saatnya terjun menjadi kandidat dalam kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres). Apalagi, daerah Jawa Barat sebagai penyumbang 20 persen suara pemilihan bisa mengubah peta politik nasional.
Budaya mengalah yang dimiliki warga sunda sudah harus direduksi dalam konteks kontestasi demokrasi. Mereka harus mempunyai sikap tegas menujukkan kapasitas dan kapabilitasnya.
Hal itu disampaikan Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan, Dindin S Maolani saat dihubungi, Kamis (2/8). Potensi politik warga sunda dia sebut sangat besar. Kapabilitas beberapa figur urang sunda sudah teruji.
"Sebagai entitas terbesar kedua di Indonesia dan penyumbang 20 persen suara nasional, inilah saatnya warga Sunda mendikte perpolitikan nasional," katanya.
Simak berita Prabowo Subianto selengkapnya di Liputan6.com
Melalui Paguyuban Pasundan, dia mengaku akan menawarkan sosok dari tanah pasundan untuk maju dalam Pilpres. Ada dua nama, yakni Mantan Menteri PAN RB, Yuddy Chrisnandi dan Mantan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.
Dua nama itu akan ditawarkan sebagai pendamping kepada dua kubu yang berpeluang besar maju sebagai calon Presiden, yakni Jokowi dan Prabowo.
Prabowo dan Jokowi yang saat ini belum memutuskan nama pendampingnya di Pilpres merupakan momentum yang pas dalam memberikan rekomendasi.
"Kita harus benar-benar bisa memanfaatkan peluang. Konstelasi politik nasional saat ini memang mengarah kepada Jokowi dan Prabowo sebagai calon presiden," kata Dindin.
Dalam beberapa hari ke depan, beberapa komunitas kasundaan, seperti Paguyuban Pasundan, Gerakan Pilihan Sunda, dan Angkatan Muda Siliwangi (AMS), akan mendeklarasikan pengusungan beberapa nama antara lain Yuddy Chrisnandi dan Ahmad Heryawan.
Dalam kesempatan itu, Ketua Gerakan Pilihan Sunda, Andri Kantaprawira menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan hadirnya sosok sunda dalam kontestasi kepemimpinan nasional.
Menurutnya, kedua figur yang ditawarkan mempunyai potensi dan posisi politik yang bisa menguatkan Jokowi atau Prabowo, karena mempunyai dukungan dari basis pemilih yang kuat, terutama dari warga Jawa Barat yang mayoritas urang sunda.
Khusus untuk Ahmad Heryawan, posisi tawarnya juga sangat tinggi. Mantan Gubernur Jawa Barat dua periode ini pernah menjadi ketua tim pemenangan Prabowo pada Pilres 2014 dan berhasil memenangkan Prabowo di Jawa Barat. "Ahmad Heryawan juga adalah kandidat urutan teratas dari PKS untuk calon presiden," ujar Andri.
Baca juga:
Gertakan PKS pada Prabowo jika tak dipilih sebagai cawapres
Wapres JK prediksi perhitungan suara Pilpres 2019 akan rumit
Cerita kader Gerindra lobi Ustaz Somad, menolak jadi Cawapres tapi dukung Prabowo
JK: Tanpa dukungan partai saya menang pemilu, tapi saat jadi ketum kalah
Gerindra Jabar: MUI harusnya menyejukkan bukan malah membuat suasana semakin panas