LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

NU dan Muhamadiyah serukan warganya tak ikutan aksi demo terkait pembakaran bendera

Yaqut meyakini dalam pertemuan malam ini, NU dan Muhammadiyah sepakat meredam suasana pasca peristiwa pembakaran.

2018-10-31 23:41:18
Muhammadiyah
Advertisement

Ketua Gerakan Pemuda Anshor (GP Anshor), Yaqut Cholil Qaumas menginginkan polemik pembakaran bendera mirip HTI yang dilakukan anggota Banser tak diperpanjang. Sebab permintaan maaf sudah disampaikan. Yaqut ingin pemulihan pascaperistiwa tersebut.

"Kami sudah tegaskan bahwa kami sudah meminta maaf atas perasaan publik yang terganggu karena peristiwa di Garut itu, dan semua sudah saling memahami, sekarang tinggal bagaimana recoverynya," kata Yaqut usai pertemuan Muhammadiyah dan NU di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (31/10).

Dia meyakini dalam pertemuan malam ini, NU dan Muhammadiyah sepakat meredam suasana pasca peristiwa pembakaran. Yaqut juga mengatakan kedua ormas Islam terbesar itu tak bakal ikut aksi protes terhadap Banser yang akan kembali digelar.

Advertisement

"Tadi sepakati untuk masing-masing meredakan jamaahnya lah, supaya enggak usah ikut-ikutan," ucapnya.

Ketum PBNU Said Aqil mengatakan hal yang serupa. Muhammadiyah dan NU ingin menyudahi polemik pembakaran bendera. Sesuai arahan Wapres Jusuf Kalla pada pertemuan lalu, NU dan Muhammadiyah ingin mendinginkan suasana.

"Insya Allah selesai. Enggak ada nyinggung Muhamadiyah sebenarnya, tapi kita berkewajiban, diminta oleh Pak JK terutama," katanya.

Advertisement

Soal dua anggota Banser yang telah ditetapkan sebagai tersangka, NU tak mau berurusan. Said Aqil menyebut itu menjadi kewenangan kepolisian untuk mengusutnya.

"Serahkan ke penegak hukum. Kita menerima apapun vonisnya, apapun prosesnya. Kita negara hukum," ucapnya.

Baca juga:
Usai bertemu, Muhammadiyah dan NU tegaskan netral di Pilpres 2019
Muhammadiyah dan NU harap Tuti jadi TKI terakhir yang dieksekusi Saudi
Muhammadiyah minta kasus pembakaran bendera tulisan tauhid tidak diperbesar lagi
PBNU dan PP Muhammadiyah ajak rakyat tidak saling bermusuhan di tahun politik
NU dan Muhammadiyah bakal halau pendirian khilafah di Indonesia
Jamuan nasi liwet 'temani' pertemuan Muhammadiyah dan NU

(mdk/ded)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.