LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ngabalin Pastikan Gerindra dan Demokrat Dapat Kursi Menteri

Ngabalin Pastikan Gerindra dan Demokrat Dapat Kursi Menteri. Menurut Ngabalin, pertemuan kedua pimpinan parpol oposisi dengan Jokowi menunjukkan akan ada warna baru di Kabinet Kerja Jilid II. Kader dua partai tersebut bakal menjadi pembantu Jokowi lima tahun ke depan.

2019-10-15 16:16:15
Kabinet Jokowi
Advertisement

Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, memastikan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Demokrat masuk ke Kabinet Kerja Jilid II Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Namun, belum diketahui berapa jatah kursi untuk kedua partai tersebut.

"Insyaallah ada. Belum tahu berapa," kata Ngabalin saat dihubungi merdeka.com, Selasa (15/10).

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah bertemu Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. SBY bertemu Jokowi pada Kamis (10/10). Sementara Prabowo bertemu mantan Gubernur DKI Jakarta itu pada Jumat (11/10).

Advertisement

Menurut Ngabalin, pertemuan kedua pimpinan parpol oposisi dengan Jokowi menunjukkan akan ada warna baru di Kabinet Kerja Jilid II. Kader dua partai tersebut bakal menjadi pembantu Jokowi lima tahun ke depan.

"Ya mudah-mudahan bisa sama-sama di koalisi pemerintah untuk bisa membantu bapak presiden dalam pemerintahan 5 tahun mendatang," ujarnya.

Untuk diketahui, sepekan terakhir isu bergabungnya Gerindra ke koalisi Jokowi-Ma'ruf kian kencang. Terlebih setelah Prabowo bertemu Jokowi pada 11 Oktober lalu di Istana Negara.'

Advertisement

Keduanya mengaku banyak hal dibahas dalam pertemuan tersebut termasuk arah politik ke depan.

"Kami Gerindra mengutamakan kepentingan lebih besar untuk negara. Kita bertarung secara politik, selesai kita harus bersatu. Apabila diperlukan (dalam kabinet) kami siap. Itu sudah disampaikan juga saat pertemuan di MRT. Kalau diperlukan (dalam kabinet) kami tentu siap," kata Prabowo didampingi Jokowi usai pertemuan di Istana Negara, Jumat (11/10).

Namun, kata Prabowo, jika Gerindra tidak masuk kabinet, mereka akan tetap loyal sebagai cek and balance atau penyeimbang. "Karena di Indonesia enggak ada istilah oposisi ya, semua merah putih," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga mengakui persoalan koalisi sempat mereka singgung. Tapi seperti apa hasil akhirnya belum dapat diputuskan.

"Berkaitan dengan masalah koalisi, tapi untuk urusan satu ini belum final, tapi kami tadi sudah berbicara banyak mengenai kemungkinan Partai Gerindra masuk ke koalisi kita." kata Jokowi.

"Tadi sudah saya sampaikan kan masih belum final. Nanti kalau sudah final baru akan kita sampaikan," tegas Jokowi.

Baca juga:
Ngabalin Beri Sinyal AHY dan Edhy Prabowo Jadi Menteri
Istana Pastikan Jokowi Tak Arahkan Prabowo Gerilya ke Koalisi Pemerintah
Ketum PAN Sebut Demokrasi Lebih Aman Jika Gerindra Gabung Pemerintah
PKB: DPR Bukan Lembaga Stempel
PKB Nilai Safari Prabowo ke Partai Koalisi Jokowi Momentum Rekonsiliasi
Sinyal Prabowo Merapat ke Jokowi Makin Kuat, Ketum PSI Percaya Tak Ada Oposisi Abadi

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.