LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Nasib Ruhut di Demokrat di 'ujung tanduk' karena Ahok

Nasib Ruhut di Demokrat di 'ujung tanduk' karena Ahok. Ruhut tegas mendukung pasangan Ahok-Djarot yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem. Ruhut bahkan masuk dalam tim pemenangan Ahok-Djarot sebagai juru bicara.

2016-10-07 06:27:00
Pilgub DKI
Advertisement

Bukan Ruhut Sitompul jika tak mengundang perhatian. Jika pada Pilpres 2014 lalu Ruhut menuai perhatian publik karena mendukung Jokowi-JK, kini di Pilgub DKI 2017, Ruhut mendukung Ahok-Djarot.

Padahal dua pilihannya itu bertentangan dengan garis kebijakan Partai Demokrat, partai tempatnya bernaung. Pada Pilpres 2014, Demokrat memilih tak memberi dukungan kepada siapapun.

Namun kala itu Ruhut tak menuai murka dari elite Partai Demokrat. Tapi kali ini, kesalahan Ruhut sepertinya tak bakal diampuni oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Sebabnya, garis kebijakan Partai Demokrat di Pilgub DKI tak dipatuhi oleh Ruhut. Anggota Komisi III DPR itu menolak mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, pasangan bakal cagub cawagub DKI yang diusung Demokrat dan koalisinya.

Ruhut malah tegas mendukung pasangan Ahok-Djarot yang diusung PDIP, Golkar, Hanura, dan NasDem. Ruhut bahkan masuk dalam tim pemenangan Ahok-Djarot sebagai juru bicara.

Hal itu tentu saja membuat elite-elite Demokrat mengamuk. Ruhut terancam mendapat sanksi tegas dari partai yang identik dengan lambang Mercy itu. Bukannya malah membuat suasana teduh, Ruhut justru seakan membuat suasana semakin keruh. Ruhut terus menerus mengeluarkan sejumlah statement keras soal dukungannya ke Ahok dan posisinya di Demokrat.

Salah satunya adalah soal kerelaannya mundur dari posisi anggota DPR dan koordinator Polhukam Partai Demokrat. Hal itu demi upaya memenangkan Ahok-Djarot.

"Kalau nanti masih kurang, akhir reses ini aku mundur dari DPR. Mantap enggak?," kata Ruhut, Rabu (5/10).

Tak cuma itu, Ruhut juga pernah menantang elite Demokrat untuk memecatnya ketimbang meminta mundur dari partai.

"Kalau berani pecat jangan suruh mundur jangan suruh keluar dari partai. Pecat saja, kalau berani, kok enggak dipecat-pecat," katanya, Selasa (4/10).

Sanksi buat Ruhut dari Demokrat pun sudah di depan mata. Posisi Ruhut di partai yang identik berwarna biru itu sudah di ujung tanduk.

Ruhut mengakui mendapat kabar mencengangkan dari para petinggi Demokrat. Dia mengaku dapat kabar nasibnya tersisa dua hari lagi di partai pimpinan SBY itu.

"Aku enggak tahu, ada kawan-kawan seperti Roy dan yang lainnya bilang aku tinggal dua hari lagi di Demokrat. Aku kaget, panwas saja belum panggil aku yang kedua kalinya," kata Ruhut di Jakarta Kamis (6/10).

Sementara itu, Ahok berterimakasih kepada Ruhut meski berisiko pada posisinya di Demokrat. Ahok juga menyambut baik Ruhut didaulat menjadi jubir di Tim Pemenangan Ahok-Djarot.

"Ya kita terima kasih saja Bang Ruhut nekat mau memperjuangkan saya jadi jubir, dengan risiko bisa dipecat," ujar Ahok saat di kantor Balai Kota, Kamis (6/10).

Baca juga:
Hanura sebut Ruhut membelot dari Demokrat karena yakin Ahok menang
Jadi jubir, ini yang akan dilakukan Ruhut buat menangkan Ahok-Djarot
Ahok terima kasih Ruhut nekat dukung meski terancam dipecat Demokrat
Ruhut: Kalau perlu mundur ya mundur, tapi aku mau tetap di Demokrat
'Basah kuyup' Ruhut Sitompul bela Ahok di Pilgub DKI

Advertisement
(mdk/dan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.