NasDem Ungkap Dua Syarat Bagi PAN jika Ingin Gabung Koalisi Jokowi
"Belum ada (ajakan gabung). Tidak ada ajakan dari presiden," kata Jhonny.
Partai NasDem menyatakan saat ini belum ada tawaran kepada PAN untuk bergabung di koalisi Joko Widodo- Ma'ruf Amin. Sekjen Partai NasDem Jhonny G Plate mengungkapkan dua syarat bagi partai di luar pendukung paslon 01 gabung koalisi.
"Belum ada (ajakan gabung). Tidak ada ajakan dari presiden. Yang diajak presiden adalah membangun negara bersama-sama," kata Sekjen NasDem Johnny G Plate di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (4/7).
Jhonny menyebut syarat pertama adalah Jokowi bersedia PAN bergabung. Kedua, PAN harus menguatkan koalisi Jokowi-Ma'ruf.
"Jadi kalau mau bergabung, tentu yang pertama, Pak Jokowi mau enggak?. Kedua, bergabung syaratnya menguatkan koalisi, bukan melemahkan koalisi. Kalau mereka mau munas, kongres, sebagainya ya itu urusan mereka. Nanti kan Pak Jokowi yang memutuskan," terangnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno menjelaskan pihaknya mengkaji segala opsi yang ada, hingga bergabung dengan koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Kita sudah mengkaji beberapa opsi yang ada. Apakah opsi itu berada di luar pemerintahan, bagaimana kalau sampai ada opsi pertimbangan untuk masuk pemerintahan," kata Eddy, di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).
Pilihan untuk bergabung dalam pemerintah, kata Eddy masih terus mempertimbangkan dengan bebagai catatan. Sebab mereka menyadari, sejak awal tidak berada di dalam koalisi pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Dengan catatan kalau diajak. Kita bukan pihak yang mendukung pasangan yang memenangkan Pilpres ini," ujarnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Baca juga:
Politisi Golkar Khawatir Kubu Prabowo Jadi Duri Dalam Daging di Koalisi Jokowi
Sekjen PPP Nilai Tak Ada Urgensi TKN Jokowi Dibubarkan
Politikus NasDem Usul Kabinet Jokowi Harus Ada Representasi Anak Muda dan Perempuan
Kursi DPR Lebih Banyak dari PKB, NasDem Minta Jatah 11 Menteri ke Jokowi
Politikus PKS: Etikanya Kubu 02 jadi Penyeimbang, Bukan Berbalik Arah Ingin Berkuasa