LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

NasDem Diprediksi akan Jadi 'Bad Boy' di Koalisi Jokowi-Ma'ruf

NasDem diprediksi akan menjadi 'bad boy' bagi Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin di periode 2019-2024. Meski berada di dalam pemerintahan, partai pimpinan Surya Paloh itu diyakini justru jadi pengganggu dari dalam.

2019-11-10 19:42:23
Partai Nasdem
Advertisement

NasDem diprediksi akan menjadi 'bad boy' bagi Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - KH Ma'ruf Amin di periode 2019-2024. Meski berada di dalam pemerintahan, partai pimpinan Surya Paloh itu diyakini justru jadi pengganggu dari dalam.

Analisa itu disampaikan Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menanggapi rangkaian manuver NasDem. Manuver yang dimaksud di antaranya, Surya Paloh undang Anies Baswedan ke kantor DPP beberapa bulan lalu, kemudian berangkulan dengan Presiden PKS Sohibul Iman, selanjutnya menghadirkan Anies di Kongres. Ditambah, Paloh membuat sejumlah pernyataan pedas menyindir koalisi.

"Walaupun NasDem ada di koalisi Jokowi, namun NasDem sepertinya akan jadi anak nakal, 'bad boy'. Akan banyak mengkritik Jokowi dan kebijakan-kebijakannya dari dalam koalisi," kata Ujang Komarudin.

Advertisement

"Dan di saat yang sama, walau ada dalam barisan koalisi Jokowi, NasDem akan mencari teman dari pihak oposisi," tambahnya lagi.

Masuknya Gerindra Jadi Indikator

Menurut Ujang, sejumlah manuver yang dilakukan NasDem karena Surya Paloh merasa kecewa dengan Presiden Jokowi. Khususnya karena Jokowi dianggap tak konsisten dalam pemilihan Jaksa Agung.

Advertisement

"Jaksa Agung yang tadinya kader NasDem. Saat ini posisinya diberikan ke PDIP. NasDem juga kecewa. Dalam penyusunan kabinet. Surya Paloh tak diajak bicara. Dan NasDem dapat jatah 3 menteri yang tidak strategis," ujar Ujang.

Kekecewaan lainnya NasDem terhadap Jokowi, lanjut Ujang, adalah karena Jokowi mengajak Gerindra masuk ke dalam koalisi pemerintahan. Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, yang merupakan lawan di Pilpres lalu, justru diberi posisi menteri pertahanan.

"Masuknya Gerindra telah mengubah peta politik internal koalisi Jokowi," imbuhnya.

NasDem Tidak Kecewa

Sementara itu, Politisi NasDem Willy Aditya menegaskan, partainya tidak memiliki kekecewaan terhadap keputusan-keputusan yang diambil Presiden Jokowi terkait kabinet periode kedua.

"Kalau orang interpretasi macam-macam, silakan saja. Tapi komunikasi NasDem, Pak Surya dengan Pak Jokowi sangat baik, mencerahkan, tidak ada kekecewaan apa saja," kata Willy ketika dihubungi di Jakarta, Minggu.

Willy mengatakan, sejauh ini NasDem masih setia dan loyal pada pemerintahan Jokowi. Dia menegaskan tidak benar bahwa NasDem tidak mengundang Presiden Jokowi dalam kongres di Jakarta.

Dia mengatakan, Presiden akan hadir pada puncak kongres dan Perayaan HUT Ke-8 NasDem di Kemayoran pada Senin (11/11).

"Presiden akan datang pada puncak acara Kongres dan HUT perayaan Ke-8 NasDem," kata Willy.

Alasan Undang Anies Baswedan

Ihwal kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pembukaan Kongres Nasdem, Willy menekankan hal itu semata-mata untuk mengucapkan selamat datang kepada peserta kongres.

Sebab, kongres diadakan di Jakarta. Apabila di luar Jakarta, NasDem memastikan juga akan mengundang sang gubernur untuk memberikan sambutan selamat datang.

"Pak Anies datang dalam kapasitas sebagai Gubernur DKI, hanya memberi ucapan selamat datang kepada peserta kongres. Kalau kongres di Jawa Timur tentu ibu Khofifah yang membuka, kalau di Sumsel Pak Herman Deru dan kalau di Jabar Pak Ridwan Kamil," jelas dia.

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.