Nama-nama binatang ini muncul dalam kampanye Pemilu 2014
Semakin mendekati hari pencoblosan 9 April, kampanye Pemilu 2014 semakin sengit. Nama bintang pun dibawa-bawa.
Semakin mendekati hari pencoblosan 9 April, kampanye Pemilu 2014 semakin sengit. Tak jarang para juru kampanye masing-masing partai politik melemparkan kritik dan serangan. Singa dilontarkan oleh Letjen (Purn) Prabowo Subianto untuk menggambarkan ketegasan kalangan militer. Oleh karena itu, Capres Partai Gerindra itu menegaskan, kalangan militer sangat tepat memimpin Indonesia saat ini. Kambing juga diucapkan oleh Letjen (Purn) Prabowo Subianto untuk menggambarkan karakter politik yang berkebalikan dengan Singa, perlambang ketegasan yang biasa dimiliki kalangan militer. Mungkin Capres Partai Gerindra ini menyebut kambing sebagai perlambang tokoh yang lembek. Istilah Macan Asia (The Asian Tigers) awalnya dipakai para negara Barat untuk menunjukkan negara-negara Asia dengan perekonomian yang mulai maju. Namun, kemudian istilah ini berkembang tidak hanya untuk menggambarkan kekuatan ekonomi, tetapi juga kekuatan di segala bidang, seperti olahraga dan militer. Garuda sudah akrab dengan masyarakat Indonesia karena tunggangan Dewa Wishnu perlambang kebesaran dan kekuatan itu menjadi lambang negara. Meski tidak identik, Garuda dengan makna yang sama juga dipakai oleh Partai Gerindra sebagai logo dan lambang partai. Mengkritik Joko Widodo (Jokowi), Wasekjen PKS Fahri Hamzah mengibaratkan Capres PDIP itu seperti ayam jago yang digosok pantatnya agar berani saat diadu dengan ayam lain. Banteng sudah dikenal lama dalam politik Indonesia. Partai Nasional Indonesia (PNI) yang dibentuk Soekarno, dan kini turunannya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menggunakan binatang sebagai lambang partai.
Belakangan kritik dan serangan itu mulai menggunakan nama-nama binatang. Bukan umpatan memang. Namun, penggunaan nama binatang itu mengingatkan pada istilah fable politik, yang pernah terkenal lewat novel 'Animal Farm' (1945) karya George Orwell dan A Political Fable (1980) oleh Robert Coover.
Singkatnya, fable politik adalah cerita yang menggunakan binatang untuk menggambarkan perbedaan karakter entitas politik, baik itu tokoh maupun partai.
Berikut nama binatang yang keluar di musim Pemilu 2014 ini:Singa
"Kita saat di militer dipimpin dengan keras, komandan kita cerewetnya tidak main-main. Mereka singa anak buahnya pun menjadi singa," ujar Prabowo di hadapan ratusan purnawirawan di Jakarta, kemarin.Kambing
"Tapi kalau Singa dipimpin kambing, nanti singanya bersuara Kambing," ujar Prabowo di hadapan ratusan purnawirawan di Jakarta, kemarin.Macan
Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto yang paling sering menyebut Macan Asia dalam kampanyenya. Salah satu yang dikampanyekan memang menjadikan Indonesia kembali menjadi Macan Asia, seperti era Soekarno dulu.Garuda
Garuda juga dipakai oleh Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menamai para relawannya di Pemilu 2104. Relawan Garuda, begitulah mereka disebut.Ayam
"Baik PDIP maupun Jokowi sudah siap menghadapi kompetisi dengan berani nyodorin calon tapi perkelahian (serangan politik) dilarang, ini kan kaya orang adu ayam, Jokowi dipanasin dulu digosok pahanya," kata Fahri belum lama ini.
Menurut Fahri, seorang capres harus siap dikritik dan ditelanjangi oleh lawan politik. Bukan justru merasa diserang dan diejek.
"Kita harus siap berkelahi, jangan merengek-rengek, kok saya diserang. Itu filsafatnya demokrasi, banyak kandidat yang enggak sadar bahwa menerima demokrasi sebagai sistem politik, menerima konflik sebagai fakta dalam keseharian. Konflik dianggap sebagai permainan dewasa jangan diterima seperti kekanak-kanakan," ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (25/3).Banteng
Belakangan, dalam kampanye Pemilu 2014, Ketua Umum PDIP mempopulerkan istilah untuk kader terbaiknya yang sudah ditetapkan sebagai calon presiden, Joko Widodo (Jokowi).
"Walau kerempeng dia, saya bilang kerempeng dia tetap Banteng," kata Megawati saat berkampanye di Surabaya belum lama ini.