Muslimat NU ungkap alasan dukung Khofifah di Pilgub Jatim
Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid mengungkapkan beberapa alasan kenapa warga Muslimat harus mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018. Menurutnya, Khofifah bukan hanya cerdas, tetapi memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
Kenapa warga Muslimat NU harus mendukung Khofifah Indar Parawansa menjadi gubernur Jawa Timur? Apakah karena Khofifah adalah ketua umum badan otonom (Banom) NU itu? Jawabannya tidak hanya itu.
Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid mengungkapkan beberapa alasan kenapa warga Muslimat harus mendukung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jawa Timur 2018. Menurutnya, Khofifah bukan hanya cerdas, tetapi memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.
"Kita lihat Ibu Khofifah. Itu yang dikerjakan sehari-hari sampai tidak kenal lelah, tidak pernah memilih medan, ke puncak gunung dan lembah, beliau hanya ingin meniru, dan meniru Rasullullah SAW. Karena Rasul mengatakan anak yatim itu jubahku, dan orang miskin itu selendangku," ungkapnya, Senin (25/12).
Bahkan, ungkap Masruroh lagi, di acara Pertemuan ke-10 Da'iayah dan Majelis Taklim Muslimat NU (Hidmat MNU)-Ikatan Haji Muslimat NU (IHMNU) yang digelar di Madura, Minggu (24/12), pengasuh Ponpes Nurul Amanah, Tanah Merah, Bangkalan, KH Jazuli Nur juga memuji kepedulian Khofififah terhadap sesama.
"Kiai Jazuli dawuh (berkata), kalau Bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan) selalu berkata tenggelamkan. tenggelamkan.. Tenggelamkan. Bu Khofifah selalu mengatakan: Ayo kita entas.. Kita entas.. Kita entas kemiskinan dan keterbelakangan," cerita Masruroh.
Kemudian yang kedua, Masruroh mengaku bangga memiliki pemimpin perempuan seperti Khofifah. Sebab, ketika menjabat sebagai Menteri Sosial, Khofifah telah memperjuangkan dua tokoh terbaik NU sebagai pahlawan nasional. Yaitu KH Raden As'ad Syamsul Arifin dan KH Abdul Wahab Hasbullah.
"Yang mengusulkan itu menteri sosial, siapa Ibu Khofifah, bukan yang lain. Oleh karena itu, kalau orang bertanya apakah Ibu Khofifah itu cinta sama NU, maka enggak ada keraguan sedikitpun. Karena yang diperjuangkan bukan cuma Muslimat, bukan cuma orang-orang perempuan, tapi seluruh Nahdliyin, seluh jamiyah Nahdlatul Ulama Islam Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyah."
Sekadar tahu, sejak memutuskan ikut Pilgub Jawa Timur 2018 dan menggandeng Bupati Trenggalek, Emil Elestianto Dardak sebagai bakal Cawagub, di beberapa kesempatan Khofifah kerap menyampaikan kepada ibu-ibu Muslimat NU tentang alasannya maju menjadi bakal calon gubernur.
"Kalau ada yang bertanya: Ibu Khofifah ini kan sudah menjadi menteri, kenapa masih ingin menjadi gubernur? Ini bukan soal jabatan, tapi ini soal perjuangan," kata Khofifah kala itu di hadapan ibu-ibu Muslimat NU.
Perjuangan yang dimaksud Khofifah adalah salah satunya mengentas kemiskinan di Jawa Timur yang hingga saat ini masih menduduki peringkat pertama di Tanah Air. Angka kemiskinan perdesaan di Jawa Timur hingga saat ini masih di level 11,7 persen.
(mdk/cob)