Momen Kocak Aldi Taher Bertemu AHY: Ya Allah Mimpi Apa Resmi Gabung Demokrat
Aldi Taher mengatakan, dirinya resmi bergabung ke Partai Demokrat. Ucapan ini pun langsung membuat AHY tertawa.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu dengan artis, Aldi Taher. Aldi pun sempat mengaku dirinya resmi bergabung dengan Partai Demokrat.
Hal ini terlihat dalam sebuah video yang diunggah oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Merry Riana pada Minggu (3/5). Pertemuan tampak berlangsung di sebuah kafe.
"Ketika @alditaher.official bertemu dgn Pak Menko @agusyudhoyono. Dari curhat, cerita ttg ibu, join Demokrat, doa Al Fatihah, sampai nyanyi2 spontan. Sungguh banyak ke random an, sukacita dan hal tak terduga di meja makan kemarin siang," tulis Merry Riana dalam unggahan di akun Instagramnya, Minggu.
Aldi Taher mengatakan, dirinya resmi bergabung ke Partai Demokrat. Ucapan ini pun langsung membuat AHY tertawa.
"Dream comes true ini. Ya Allah mimpi apa resmi gabung demokrat. Kim Jong Un , Xi jin Ping, I'm Demokrat," kata Aldi Taher usai berswafoto dengan AHY.
Ibu Aldi Taher Ingin Bertemu AHY
Aldi Taher mengatakan ibundanya sangat ingin bertemu dengan AHY. Bahkan, istri Aldi Taher sangat mengagumi istri AHY, Annisa Pohan.
"Dulu Ibu saya pengen banget ketemu sama Pak ketum (AHY). yang cuma di bicarain SBY, AHY, SBY AHY. Kalau Ketum muncul di TV, 'Nak itu AHY'. AHY Ketum terganteng di dunia. Aldi Taher AHY, Aldi Harus Yakin," tutut dia.
"I'm proud of You Pak. Ketum terganteng," ucap Aldi Taher sembari salim tangan ke AHY.
Pakai Rompi Logo AHY
Aldi Taher tampak memakai rompi berlogo AHY dan Partai Demokrat. Dia juga sempat bernyanyi di depan AHY.
Sebagai informasi, Aldi Taher pernah terdaftar sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) dari dua partai berbeda, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Perindo untuk Pemilu 2024. PBB mendaftarkan Aldi Taher untuk DPRD DKI Jakarta, sementara Perindo mendaftarkannya untuk DPR RI.
Aldi lantas mengundurkan diri dari PBB dan melanjutkannya dengan Perindo. Kendati begitu, Aldi Taher gagal lolos ke Senayan karena Partai Perindo tidak mencapai ambang batas parlemen sebesar 4 persen.