Moeldoko: Jokowi Menitikberatkan Strategi, Bukan Retorika
Dia menambahkan, pengalaman sangat dibutuhkan bagi seseorang untuk mengelola negara. Moeldoko mengklaim, pemaparan langkah-langkah strategis dalam menangani setiap persoalan yang disampaikan Jokowi tak lepas dari pengalamannya di pemerintahan.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menegaskan, debat keempat ini seharusnya menitikberatkan strategi, bukan informasi. Hal itu, dia mengungkapkan, ada pada pemaparan capres nomor urut 01 Joko Widodo.
"Betapa kita melihat calon nomor satu tadi mengetengahkan strateginya, bukan berbicara retorika. Itu poin yang sangat penting, karena kita semua tahu masalah bangsa, tetapi bagaimana solusinya itu yang poin pertama," katanya saat konferensi pers usai debat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu 30 Maret 2019.
Dia menambahkan, pengalaman sangat dibutuhkan bagi seseorang untuk mengelola negara. Moeldoko mengklaim, pemaparan langkah-langkah strategis dalam menangani setiap persoalan yang disampaikan Jokowi tak lepas dari pengalamannya di pemerintahan.
Begitu juga langkah strategis Jokowi dalam membangun hubungan internasional. Sementara di sektor pertahanan, kata Moeldoko, seorang Presiden tidak harus berbicara secara teknis, namun cukup menyampaikan secara garis besar.
"Memang pemimpin perlu bicara teknis, tapi tidak terlalu pentung, karena ada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, urusan mereka. Tapi pandangan seorang pemimpin tertinggi itu melihat cakrawala bagaimana kedaulatan harus dipertahankan, sangat jelas ya, jadi tidak lagi berbicara technical," ucap mantan Panglima TNI itu.
Selain itu, Moeldoko juga mengkritisi kritik yang dilontarkan Prabowo terkait banyaknya kasus korupsi yang melibatkan penyelenggara negara. Menurutnya, memberikan solusi mengatasi korupsi jauh lebih penting daripada hanya membicarakan persoalannya.
"Bukan hanya bicara korupsinya, semua orang sudah tahu Indonesia korupsi, bukan hanya sekarang tapi dari dulu. Justru sekarang ini tindakan sangat keras. Jadi yang paling penting, strategi," tutup Kepala Kantor Staf Presiden itu.
Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com