Microphone mati dan keprihatinan kader Demokrat ketua DPR tersangka
Microphone mati dan keprihatinan kader Demokrat ketua DPR tersangka. Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan 5 opsi paket RUU Pemilu terjadi kejadian menarik. Sebab, microphone para anggota DPR mati secara otomatis sebelum selesai memberikan interupsi. Hal ini karena sistem tersebut dilakukan secara digital
Rapat paripurna dengan agenda pengambilan keputusan 5 opsi paket RUU Pemilu terjadi kejadian menarik. Sebab, microphone para anggota DPR mati secara otomatis sebelum selesai memberikan interupsi.
Hal ini karena sistem tersebut dilakukan secara digital. Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, dengan sistem baru ini tiap anggota DPR hanya bisa menyampaikan pendapatnya selama lima menit. Untuk bisa menyampaikan interupsi, tiap anggota diwajibkan mendaftar terlebih dahulu.
Kejadian microphone mati itu terjadi pada sejumlah anggota DPR, semisal anggota Fraksi Partai Gerindra Muhammad Syafi'i dan anggota Fraksi Partai Demokrat Benny K Harman. Contohnya, saat Benny mengungkapkan rasa prihatinnya atas penetapan Ketua DPR Setya Novanto sebagai tersangka kasus e-KTP.
Benny berharap, Novanto kuat dan tegar menghadapi kasus hukum yang menjeratnya.
"Bangga sekali untuk melihat dan menyaksikan pimpinan dewan lengkap duduk di depan kita semua. Tentu sebagai sahabat, sesama anggota dewan saya menyampaikan keprihatinan begitu mendalam atas musibah hukum yang menimpa ketua DPR kita," ujar Benny.
Setelah menyampaikan empatinya kepada Novanto, Benny mengusulkan agar agenda rapat paripurna dibuat lebih jelas dan fokus. Belum selesai memberikan pandangan, microphone Benny mati secara otomatis.
"Kedua saya mengusulkan supaya agenda rapat kita fokus dan jelas, setelah td dibacakan ketua pansus ada lima isu yang belum disepakati di pansus untuk disepakati di tingkat.... (Kemudian Mic mati)," terangnya.
Menanggapi kejadian itu, Fadli menyebut microphone itu telah dimatikan. Dia meminta Fadli tidak terus menekan tombol micrphone agar bisa kembali bicara dan memintanya mendaftar kembali.
"Maaf itu tadi dimatikan itu. Jadi kita sulit. Jadi jangan dipencet lagi jadi memarikan itu Pak Benny. Mohon maaf kita sulit untuk mengembalikannya lagi jadi mohon mendaftar lagi," tandas Fadli.
(mdk/rnd)