Menko Luhut ke Prabowo: Jangan lagi pakai agama untuk kampanye
Menko Luhut mengaku secara pribadi telah bicara dengan Prabowo. Inti pembicaraan, antara lain agar suksesi kepemimpinan yang sedang berlangsung dapat menjadi momen mempererat kesatuan bangsa. Sehingga tema-tema seputar SARA tidak dibawa ke konten kampanye.
Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi positif majunya Jokowi dan Prabowo dalam pertarungan Pilpres 2019 nanti. Menko Luhut mengaku secara pribadi telah bicara dengan Prabowo.
Inti pembicaraan, antara lain agar suksesi kepemimpinan yang sedang berlangsung dapat menjadi momen mempererat kesatuan bangsa. Sehingga tema-tema seputar SARA tidak dibawa ke konten kampanye.
"Saya kira bagus. Saya kenal dua-duanya. Pak Prabowo lama jadi wakil saya (selama bertugas di Kopassus). Saya kenal baik. Biarkan mereka berdua bertarung. Tapi dengan konsep. Jangan lagi pakai agama. Dan saya bilang sama Pak Prabowo itu, 'Wo (sapaan akrab Prabowo), kamu nanti maju, ya maju. Jangan lagi pakai agama untuk kampanye, kasian bangsa ini'," ungkapnya di Acara talkshow Youth X Public Figure Vol. 6 dengan tema 'Nasionalisme Versi Gue', Jakarta, Sabtu (11/8).
Menko Luhut mengatakan, Prabowo menanggapi positif pesan tersebut. Prabowo yang pernah menjadi koleganya di Kopassus TNI AD pun sudah berkomitmen untuk menjaga situasi bangsa tetap kondusif meski masyarakat nantinya terbagi dalam pilihan masing-masing. "Dia (Prabowo) bilang, 'Ok, Bang, setuju'," kisahnya.
"Sehingga biarkan mereka (Jokowi dan Prabowo) saat kampanye, bicara soal ekonomi, soal kemiskinan, yang buat Indonesia ini maju," lanjut Menko Luhut.
Kepada generasi yang menyaksikan talk show tersebut, Menko Luhut berpesan agar perbedaan pilihan atau pandangan politik tidak boleh menciderai persatuan dan tali silaturahmi.
"Kamu ini saya titip. Boleh beda pendapat tapi tidak boleh musuhan. Itu sangat penting. Seperti saya dengan pak Prabowo, kita tidak cocok dalam konteks (politik), tapi tidak musuhan," tandasnya.
Baca juga:
Partai Demokrat pastikan AHY siap jadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga
Kubu Prabowo-Sandiaga yakin lebih mampu gaet pemilih milenial
Pilih Ma'ruf, koalisi Jokowi disebut PAN kena jebakan batman
Mahfud gagal cawapres, NasDem ungkap ada komunikasi belum selesai antara Golkar-PKB
PKS klaim dukungan ke Prabowo-Sandi penuhi separuh ijtima ulama GNPF
Andi Arief sebut elite Demokrat terima info mahar Rp 500 M langsung dari Fadli Zon
Meski berkoalisi, PKS tetap tuntut Andi Arief minta maaf soal mahar Rp 500 M