Mengungkap istilah dua kaki Partai Demokrat
Istilah dua kaki muncul karena Demokrat membiarkan kadernya mendukung bakal capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Seperti diketahui, Demokrat menjadi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Langkah politik Partai Demokrat tengah disorot. Dituding bermain dua kaki. Benarkah Demokrat setengah hati mendukung pasangan Prabowo-Sandi?
Istilah dua kaki muncul karena Demokrat membiarkan kadernya mendukung bakal capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Seperti diketahui, Demokrat menjadi partai pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Akibatnya banyak komentar negatif terhadap sikap Demokrat tersebut. Agar tidak menjadi isu liar, sejumlah elite Demokrat mengklarifikasi, berikut penjelasannya, Jumat (14/9):
Demokrat main dua kaki perintah SBY
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief, melalui akun twitter pribadinya @AndiArief__ mengungkapkan permainan dua kaki partai Demokrat adalah perintah Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jadi menurut dia sangat wajar jika partai Demokrat bermain di dua kaki. Terlebih 2019 akan ada Pileg dan Pilpres secara bersamaan.
"Soal Demokrat dua kaki jadi rame. Perintah Ketua Umum SBY itu jelas memang dua kaki. Satu Kaki di pileg, Satu kaki di Pilpres. Justru yang main satu kaki itu yang aneh dalam pemilu berbarengan. ujung tombak pileg adalah Caleg, ujung tombak pilpres adalah Pengurus Pusat," cuit Andi yang ditulis Selasa (11/9).
Bentuk dispensasi
Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto membantah jika Demokrat bermain 'dua kaki' soal dukungan politik Pilpres 2019. Hal ini mengemuka karena Demokrat akan memberi dispensasi kepada kader di sejumlah daerah terutama Papua yang mayoritas mendukung Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.
"Rasanya tidak ya, dua kaki tidak seperti itu bahkan dua kaki itu hal hal yang berbeda dengan 'case' yang ada di Papua ini. Memang 'case' di Papua adalah khusus, maka ini merupakan khusus untuk menentukan strategi apa yang harus dilakukan di sana," katanya di kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/9).
AHY: Kalau satu pincang dong
Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjawab isu dua kaki Demokrat yang dimaksud adalah satu kaki untuk memenangkan Prabowo-Sandiaga dan satu kaki lagi untuk pemilu legislatif. Menurut dia, fokus itu pun tentu akan dilakukan oleh Gerindra dan partai lainnya. Sebab, sistem pemilu 2019 berbeda dengan sebelumnya. Tahun ini, Pemilu legislatif dan pemilu presiden akan dilakukan secara bersama-sama.
"Yang jelas kalau ada yang bicara dua kaki, memang kita harus berjalan dua kaki, kalau satu pincang dong," canda AHY sambil mengangkat sebelah kakinya disambut tawa para hadirin.
"Setiap warga negara masuk ke TPS menentukan pilihan. Di pilpres kan berharap menentukan Prabowo dan di legislatif para caleg dari Demokrat harus berjuang. Saya yakin Gerindra dan partai lain juga berjuang, biar rakyat yang tentukan pilihan," tambah AHY lagi.
(mdk/has)