Mengejutkan, 5 elite parpol ini pindah partai dan nyaleg
Berbondong-bondong para elite parpol ini hengkang pindah ke partai lain dan memilih menjadi caleg melalui partai baru.
Pendaftaran calon anggota legislatif sudah berakhir hari, Selasa(17/6). Ada 16 partai politik yang telah mendaftarkan calegnya untuk berkompetisi di Pemilu 2019. Terdapat hal yang mengejutkan dalam Pileg 2019.
Berbondong-bondong para elite parpol ini hengkang pindah ke partai lain dan memilih menjadi caleg melalui partai baru. Siapa mereka? ini dia nama-namanya:
Haji Lulung
Usai dipecat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Abraham Lunggana alias Haji Lulung merapap ke Partai Amanat Nasional (PAN). Melalui PAN, Haji Lulung mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (Caleg) 2019. Wakil ketua DPRD DKI Jakarta akan maju untuk Dapil DKI 3.
"Ada Pak Lulung ya Dapil DKI 3," ucap Ketua DPP PAN Yandri Susanto.
Sarifuddin Sudding
Selain Haji Lulung, tokoh politik yang bergabung ke Partai Amanat Nasional (PAN) adalah Sarifuddin Sudding. Sarifuddin Sudding adalah mantan Sekjen Partai Hanura yang sempat bikin gonjang-ganjing kepengurusan Osman Sapta Odang.
"Pak Sudding (Dapil) Sulteng," ungkap Ketua DPP PAN Yandri Susanto.
Arif Suditomo
Partai Hanura mulai ditinggalkan anggota-anggota partainya, ini dampak dari kisruh internal partainya beberapa waktu lalu. Salah satunya yang memilih hengkang dari Partai Hanura adalah Arif Suditomo. Mantan penyiar ini memilih bergabung ke Partai NasDem untuk mendaftarkan diri menjadi calon legislatif (Caleg) 2019.
Lucky Hakim
Kader PAN Lucky Hakim pindah ke Partai NasDem. Kepindahannya sempat ramai diperbincangkan. Karena Ketua DPP PAN Yandri Susanto sempat mengatakan bahwa Lucky 'dibajak' ke NasDem dengan iming-iming uang Rp 2 miliar.
Namun tudingan langsung dibantah oleh Lucky. Menurut Lucky dia secara sukarela pindah ke NasDem tanpa mengeluarkan uang sedikitpun.
Titiek Soeharto
Politikus sekaligus anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Siti Hediati Haryadi alias Titiek Soeharto yang pindah ke Partai Berkarya.
Alasan Titiek pindah ke partai besutan adiknya itu karena dia merasa sudah tak lagi sejalan dengan Partai Golkar. Karena itu ia kini maju sebagai caleg dari daerah pilihan (dapil) Yogyakarta dari Partai Berkarya.
(mdk/has)