LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Mengajak masyarakat tak saling hujat jelang Pilpres 2019

Bangsa Indonesia tengah menyambut Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Saat ini kondisi masyarakat pun sudah mulai gaduh dengan maraknya informasi hoaks, ujaran kebencian di media sosial (medsos).

2018-09-20 16:58:14
Pilpres 2019
Advertisement

Bangsa Indonesia tengah menyambut Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Saat ini kondisi masyarakat pun sudah mulai gaduh dengan maraknya informasi hoaks, ujaran kebencian di media sosial (medsos).

Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio mengajak seluruh masyarakat agar lebih bijaksana. Menurutnya, masyarakat harus bertanggungjawab dalam mengelola medsos sehingga harus disampaikan informasi yang benar dan menyejukkan.

"Sampaikan hal positif, hindari menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian, apalagi fitnah. Jangan sampai kita tergabung dengan kelompok yang menginginkan Indonesia tidak damai dengan menyampaikan berita yang mengarah pada kekerasan dan perpecahan bangsa," saran Hendri dalam keterangannya, Kamis (20/9).

Advertisement

Dia mencontohkan arena Pilpres 2019 seperti sebuah arena pertandingan sepakbola. Di sana ada fans, kubu, dan pemain. "Intinya boleh ramai saat mendukung pemain bertanding di lapangan, tapi nanti kalau pertandingan sudah selesai, kedua kubu pun juga harus akur lagi dan damai. Itu yang harus kita siapkan."

Ia mengakui, tantangan dengan keberadaan medsos ini luar biasa, apalagi dengan berbagai isu yang terus 'digoreng'. Kondisi ini diperkirakan hampir sama seperti Pilpres 2014 lalu, juga Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Karena itu kedewasaan masyarakat sebagai pemilik suara menjadi sangat penting.

Founder Lembaga Survei KedaiKOPI ini berharap hal itu tidak terjadi lagi. Hendri justru menyarankan kedua kubu untuk bijak saat berkampanye, baik secara konvensional maupun di dunia maya.

Advertisement

"Jadi cukup mempromosikan kebaikan, kelebihan calon yang didukung sehingga masyarakat pasti akan senang mendengarnya dan lebih penting tidak akan menimbulkan kebencian dan perpecahan," tuturnya.

Hendri mengajak seluruh pihak untuk belajar dan melihat sejarah Indonesia. Dulu di Indonesia ada tiga kerajaan besar Sriwijaya, Majapahit, dan Singosari. Tiga kerajaan itu wilayahnya hampir sama dengan Indonesia saat ini. Namun tiga kerajaan akhirnya runtuh karena tidak mampu memelihara perdamaian dan persatuan.

"Ada bukti sejarah yang mengajarkan ke kita, bahwa Nusantara ini kalau tidak dijaga bersama bisa pecah," pungkasnya.

Baca juga:
Megawati: Apa kalau bisa bahasa Inggris istimewa?
Sandiaga minta pendukungnya tertib saat pengundian nomor urut capres-cawapres
Koalisi Prabowo-Sandiaga sore ini daftarkan timses ke KPU
Sandi tegaskan tak ada deal politik masuknya Ketua Pemuda Muhammadiyah dan GNPF 212
Timses yakin Jokowi bisa selesaikan kisruh Buwas dan Mendag soal Impor Beras

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.