LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Menebak makna 'kaus kuning' Jokowi saat olahraga bersama Airlangga

Menebak makna 'kaus kuning' Jokowi saat olahraga bersama Airlangga. Jokowi sampai saat ini belum memutuskan siapa yang bakal mendampingi nanti di Pilpres 2019. PDIP, partai Jokowi bernaung mengaku sudah mengantongi sejumlah nama untuk digodok bersama partai koalisi nantinya.

2018-03-26 09:59:59
Partai Golkar
Advertisement

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto berolahraga dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Sabtu (24/3). Dalam kegiatan itu Jokowi terlihat mengenakan kaus berwarna kuning yang selama ini identik dengan warna Partai Golkar.

Golkar memang disebut-sebut menginginkan posisi Cawapres Jokowi. Beberapa kader bahkan menilai Airlangga cocok menjadi pendamping Jokowi.

Pertemuan Jokowi dengan sejumlah Ketum partai pendukung memang bukan dengan Airlangga saja. Dengan Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum PPP Romahurmuziy. Namun, baru dengan Airlangga Jokowi mengenakan pakaian sesuai dengan warna identik partai.

Advertisement

Jokowi sampai saat ini belum memutuskan siapa yang bakal mendampingi nanti di Pilpres 2019. PDIP, partai Jokowi bernaung mengaku sudah mengantongi sejumlah nama untuk digodok bersama partai koalisi nantinya.

Pengamat Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Muradi memaknai 'kaus kuning' Jokowi saat olahraga bersama Airlangga sebagai sebuah kehormatan dari Presiden. Terlebih, Jokowi sebagai tuan rumah.

"Jokowi sebagai tuan rumah pengundang tentu ingin menghormati tamu," kata Muradi saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (26/3).

Advertisement

Muradi menambahkan, dalam politik, tak hanya melulu dilakukan dengan lisan. Namun, bisa juga melalui gestur atau sebuah simbol.

"Golkar bisa geer (senang dengan simbol 'kaus kuning') normal. Apalagi Wapres JK juga Golkar meski saat memilih JK bukan karena partai tetapi ke penokohan," tuturnya.

Selain itu, Golkar yang merupakan partai pengusung Jokowi nomor dua terbesar mempunyai hak mengajukan cawapres. Terlebih, komunikasi Jokowi dengan partai pengusung dan pendukung terus berjalan dengan baik.

"Tetapi saya melihat kaus tersebut tidak terlalu politis. Yang penting komunikasi bekerja terus. PSI saja diterima apalagi Golkar," katanya.

Kemarin, disinggung soal warna kaus yang dikenakan Kepala Negara, Airlangga enggan menginterpretasikannya sebagai sinyal dari Jokowi memberi posisi cawapres pada partai Golkar. Dia menyerahkan penilaian sepenuhnya pada masyarakat.

"Kalau itu silakan diterjemahkan sendiri," kata Airlangga.

Menurut Menteri Perindustrian ini, partainya belum memberikan rekomendasi apapun terkait penujukan sosok cawapres yang akan mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Namun, kata dia, sinyal Jokowi saat berbicara mengenai cawapres dengan Golkar selalu baik.

"Kalau sinyal selalu bagus. Karena kita pakai 4G," ungkap Airlangga seraya tersenyum.

"Kita belum memberikan rekomendasi apapun," tambahnya.

Baca juga:
Cak Imin mau maju cawapres, ini kata mantan wakil Kepala BIN
Cak Imin tawarkan Jokowi ajaran Soekarnoisme & Gusdurisme solusi masalah bangsa
Cak Imin: Takdirnya kelihatan, saya sama pak Jokowi!
Di depan makam Taufiq Kiemas, Cak Imin minta izin jadi cawapres Jokowi
Pilih cawapres, Jokowi diminta pertimbangkan ketokohan & soliditas partai

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.