Matangkan koalisi dengan PAN & Demokrat, Gerindra belum putuskan Cawapres Prabowo
Jika koalisi Gerindra dan Demokrat diketok, maka bakal muncul opsi Prabowo bergandengan dengan AHY. Hal tersebut tidak ditutup oleh Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan hingga kini partainya belum memutuskan bakal calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Ketua Umumnya, Prabowo Subianto. Menurut dia, saat ini Gerindra tengah fokus untuk bisa membangun koalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
"Kita lagi mematangkan koalisi dengan PAN dan juga mudah-mudahan InsyaAllah dengan Demokrat jadi enggak usah terburu-buru ya monggo silakan Pak Jokowi dululah," katanya saat dihubungi merdeka.com, Minggu (27/5).
Andre mengungkapkan, sejauh ini hubungan antara Gerindra dan Demokrat juga semakin baik. Karena itu ia berharap akan tercipta koalisi besar untuk mengantarkan Prabowo jadi orang nomor satu di Indonesia di Pilpres mendatang.
"Ya komunikasi lagi berjalan tunggu tanggal mainnya. Komunikasi kami sekarang yang tadinya 3G jadi 4G dengan temen-temen Partai Demokrat," ungkapnya.
"Jadi mohon doanya saja mudah-mudahan koalisi pendukung Pak Prabowo ini bisa jadi koalisi besar yaitu koalisi PKS, Gerindra, PAN dan Demokrat harapan kami seperti itu," ucapnya.
Partai Gerindra dan Partai Demokrat tengah jajaki kerja sama Pemilu 2019. Demokrat bahkan tengah menyiapkan sederet konsep kerja sama demi memunculkan opsi calon presiden dan calon wakil presiden yang diinginkan rakyat pada Pilpres tahun depan.
Jika koalisi Gerindra dan Demokrat diketok, maka bakal muncul opsi Prabowo bergandengan dengan AHY. Hal tersebut tidak ditutup oleh Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean.
Dia melihat, tak ada masalah dengan pasangan yang keduanya berasal dari unsur militer tersebut.
"Terkait dengan stigma militer-militer, itu kan tidak masalah. Toh sipil dengan sipil juga enggak masalah. Sama saja. Yang penting sekarang mampu membawa Indonesia lebih baik," kata dia kepada merdeka.com, Kamis (24/5).
Baca juga:
Gerindra tak percaya 67,3 % masyarakat tak setuju ganti presiden di 2019
Manuver politik Gerindra - Demokrat di 2019, sekuat apa?
Masih 'dendam' soal LHI, Fahri tak rela PKS dukung Samad maju pilpres
Selalu komunikasi dengan SBY, Gatot yakin maju Pilpres 2019
Fahri undang Gatot bukber, sekaligus silaturahim dan kritisi masalah bangsa
Survei Y-Publica: Jokowi capres elektabilitas tertinggi, cawapres AHY