Ma'ruf Amin: Warga NU Masuk Kabinet Baru Sebatas Keinginan
Calon wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin mengatakan, usulan ada orang Nahdlatul Ulama (NU) masuk di kabinet itu baru sebatas keinginan. Yang pasti dari partai politik koalisi. "Belum juga, semua belum. Baru masing-masing ingin. Yang pasti kan dari partai koalisi, itu pasti," ucap Ma'ruf di Jakarta, Rabu (3/7).
Calon wakil presiden terpilih Ma'ruf Amin mengatakan, usulan ada orang Nahdlatul Ulama (NU) masuk di kabinet itu baru sebatas keinginan. Yang pasti dari partai politik koalisi.
"Belum juga, semua belum. Baru masing-masing ingin. Yang pasti kan dari partai koalisi, itu pasti," ucap Ma'ruf di Jakarta, Rabu (3/7).
Untuk jumlahnya, kata dia, masih belum tahu. Sejauh ini belum sampai ke sana.
"Berapa jumlahnya juga belum. Masing-masing partai koalisi akan diberi berapa, belum. Apalagi orangnya. Orangnya lebih belum lagi," ungkap Ma'ruf.
Namun, dia menceritakan, dulu pernah ada pembicaraan bahwa 15 dari parpol. Sedangkan dari kalangan profesional 19.
"Dulu ada. Dulu itu kan 15 dari kalau tidak salah ya, dari partai. 19 dari profesional. Walaupun dari partai sendiri juga harus profesional juga. Cuma profesional yang merepresentasikan partai, dan profesional yang tidak merepresentasikan partai," jelas Ma'ruf.
Namun, masih kata dia, untuk saat ini formulanya belum dibicarakan kembali lagi.
"Nah itu belum tahu lagi besok. Partai ini mau berapa dikasih, profesionalnya berapa. Itu kan harus dirundingkan. Berapa yang pantas untuk partai, berapa untuk profesional. Belum lah, belum," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kriteria Menteri Jokowi Periode II di Mata Pengusaha
Saran Pengusaha ke Jokowi soal Pemilihan Menteri dari Generasi Muda
Respons Wiranto Ditanya Bakal Jabat Menteri Lagi
Politikus NasDem Usul Kabinet Jokowi Harus Ada Representasi Anak Muda dan Perempuan
Kursi DPR Lebih Banyak dari PKB, NasDem Minta Jatah 11 Menteri ke Jokowi
JK Nilai PDIP Otomatis Paling Banyak Dapat Jatah Menteri
Wapres JK Serahkan Kabinet Kerja Selanjutnya Ke Jokowi