Ma'ruf Amin Soal Sandi Kibarkan Bendera NU di Lumajang: Tak Boleh Mengeksploitasi NU
Cawapres 01 yang juga Mustasyar PBNU, Ma'ruf Amin angkat bicara menanggapi hal tersebut. Dia mengatakan bendera NU tidak boleh dieksploitasi. Apalagi, Sandiaga yang menggunakan bendera bukan kader NU.
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mendapatkan kecaman lantaran mengibarkan bendera Nahdlatul Ulama saat kampanye di Lumajang, Jawa Timur.
Menanggapi hal itu, cawapres 01 yang juga Mustasyar PBNU, Ma'ruf Amin angkat bicara menanggapi hal tersebut. Dia mengatakan bendera NU tidak boleh dieksploitasi. Apalagi, Sandiaga yang menggunakan bendera bukan kader NU.
"Ya sebenarnya dia tidak boleh dia mengeksploitasi NU. Apalagi bukan NU menggunakan. Itu akan ada gugatan dari kalangan NU," ujar Maruf di Tangerang, Sabtu (6/4) malam.
Ma'ruf mengatakan, PBNU bakal memberikan keberatan yang sama dengan sikap PCNU Lumajang yang mengecam tindakan tersebut.
"Ya pasti PBNU akan bersikap yang sama. Kita serahkan ke Lumajang saja," kata Ketum MUI itu.
Ma'ruf menyebut kader NU saja tidak bisa asal membawa bendera. "Jadi tidak menggunakan bendera, paling-paling ada oleh yang membawa jamaah. Tapi panitianya tidak pakai lambang NU," pungkasnya.
Sebelumnya, PCNU Lumajang menyatakan kecewa dan keberatan atas pengibaran bendera NU dalam kampanye oleh Sandiaga. PCNU menyampaikan lewat nota Nomor 209/PC/A.II/L.29/I/2019. Dalam nota tersebut, Sandiaga dianggap telah melakukan pelecehan.
Baca juga:
Mathla'ul Anwar Bantu Ma'ruf Amin Raih Suara di Banten dan Lampung
Pesan Ma'ruf ke Pendukungnya: Harus Menang Supaya Indonesia Maju Bukan Bubar
Ma'ruf Amin Curiga Ada Konsolidasi di Banten Berujung Video Hoaks Server KPU
Prabowo Ingin Menang 25 Persen, Ma'ruf Bilang 'Padahal Survei Tak Ada yang Menang'
Pimpinan Pesantren di Cilegon Usul ke Jokowi, Bahasa Arab Masuk Kurikulum Nasional
Jejak Kenangan Ma'ruf Amin dan Sang Ayah di Pesantren Cilegon
Rais Syuriah PBNU Sebut 'Belum Tentu 50 Tahun Lagi Orang Banten Jadi Cawapres'