Ma'ruf Amin: Pesantren Cikal Lahirnya Pemimpin Masa Depan Dunia
Menurutnya, pengakuan tersebut didapat dari hasil observasi peneliti luar negeri yang membuat riset akan kehidupan di pesantren. Hal itu kemudian didokumentasikan menjadi sebuah film dan siap ditayangkan secara mendunia.
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin terus mendengungkan capaian prestasi dihasilkan oleh didikan pondok pesantren. Mulai dari pencetak ulama ulung, hingga para santri pemimpin masa depan.
"Dunia telah mengakui, pesantren ini tempat lahirnya pemimpin dunia masa depan. Di sana lahir pemimpin-pemimpin NU yang sekarang pengaruhnya sudah mendunia juga," katanya di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/2).
Menurutnya, pengakuan tersebut didapat dari hasil observasi peneliti luar negeri yang membuat riset akan kehidupan di pesantren. Hal itu kemudian didokumentasikan menjadi sebuah film dan siap ditayangkan secara mendunia.
"Film itu akan ditayangkan di festival film di London, di Roma, seluruh Eropa, dan Amerika, dan saya jadi tim penasihatnya di film itu," terangnya.
Mustasyar PBNU ini menceritakan, film tersebut menggambarkan bagaimana kehidupan yang terjadi pondok pesantren, bagaimana santri dididik, dan diajar setiap harinya.
"Seperti bangun dini hari, guna menjalankan salat subuh dengan ciri qunut, khas ajaran NU, film tentang pesantren ini (setting tempat) di Pasuruan, namanya Darul Lughah Wa Al Da’wah," jelas Ma'ruf.
Melalui film ini, Ma'ruf merasa bangga dapat menularkan pengaruh NU hingga manca negara. Karena menurutnya, NU sebagai nafas Islam Nusantara adalah representasi Islam yang toleran, Rahmatan Lil Alamin.
"Menjadi NU, tidak hanya Indonesia, bagaimana menjadikan Islam yang membangun. Terjaga Ukuwah Islamiyah Ukuwah Watoniyah, juga Ukuwah Insaniyah, jadi saya kira itu tugas kita ke depan," tutupnya.
Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Di Semarang, Ma'ruf Amin Singgung 212 Telah Menjadi Gerakan Politik
Tips Cawapres Ma'ruf Amin Tetap Bugar Meski Jadwal Kampanye di Luar Kota Padat
Ma'ruf Amin: Ada Yang Bilang Katanya Saya Alat, Emangnya Saya Pacul?
Polemik 'Propaganda Rusia' Jelang Pilpres 2019
Biar Suara Tak Tergerus, Ma'ruf akan Pelihara Kelompok Nasionalis dan Islam Moderat