Ma'ruf Amin: Memilih Pemimpin Itu Wajib Hukumnya
Dia menekankan, bahwa memilih pemimpin tersebutlah yang disebutnya sebagai sebuah kewajiban. Karenanya, mencoblos saat 17 April mendatang menjadi wajib.
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyikapi fenomena adanya masyarakat yang tidak memilih atau golput. Dia menyadari itu bagian dari hak.
"Kan memang kalau menurut pemahaman di negara kita mengikuti Pilpres itu hak. Karena hak itu artinya, sebenarnya, dia bisa menggunakan, bisa tidak. Tapi kalau dari perspektif agama itu wajib," katanya di Yogyakarta, Kamis (28/3).
Dia menekankan, bahwa memilih pemimpin tersebutlah yang disebutnya sebagai sebuah kewajiban. Karenanya, mencoblos saat 17 April mendatang menjadi wajib.
"Memilih pemimpin itu wajib, maka mencoblosnya menjadi wajib," ungkap Ketua MUI itu.
Ma'ruf menuturkan, golput harus dicegah. Pasalnya, nanti tidak mempunyai legitimasi yang kuat.
"Memang harus dicegah, sebab nanti legitimasinya menjadi kurang kuat. Makanya, kita berusaha dengan pendekatan keagamaan, supaya mereka punya rasa kewajiban secara moral," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ma'ruf Amin Sebut Bekerja Membangun Bangsa Akan Lebih Capek dari Kampanye
Ma'ruf Amin Pelesetkan Golput Golongan Baju Putih
Kampanye di Sumsel, Ma'ruf Amin Ingin Perolehan Suara Unggul Jauh dari Prabowo-Sandi
Wakil Ketua PWNU DIY Ajak Warga NU Tak Golput: Nyoblos Dua Tidak Sah, Harus Satu Saja
Akhiri Kunjungan, Ma'ruf Sholawatan Bareng Ribuan Warga Sleman
Minta Warga Yogyakarta Tak Golput, Ma'ruf Amin Ajak Coblos Pakaian Putih