Ma'ruf Amin: Kalau Sandiaga mau bertemu boleh saja, enggak masalah
Sandiaga mengaku sangat berharap Ma'ruf datang dalam acara tersebut. Sebab dia ingin bertemu sejak beberapa waktu lalu. Sandi telah menduga Ma'ruf tidak bisa hadir karena sedang sibuk.
Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin mengaku terbuka dengan ajakan Sandiaga Uno untuk bertemu. Rencananya Ma'ruf dan Sandiaga akan bertemu dalam acara tabligh akbar yang diselenggarakan oleh ormas majelis Rasulullah di Monumen Nasional (Monas).
Namun, keduanya batal bertemu lantaran Ma'ruf berhalangan hadir karena ada agenda lain.
"Ada acara lain. Ya kalau bertemu saya boleh saja orang cuma ketemu kok ya enggak masalah," kata Ma'ruf di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta Pusat, Selasa (9/10).
Secara terpisah, Sandiaga mengaku sangat berharap Ma'ruf datang dalam acara tersebut. Sebab dia ingin bertemu sejak beberapa waktu lalu. Sandi telah menduga Ma'ruf tidak bisa hadir karena sedang sibuk.
"Saya diberi tahu panitia Pak Kiai Ma'ruf akan hadir juga dan diharapkan duduk bersebelahan. Saya sebetulnya sudah sangat berharap. Saya sudah minta waktu (bertemu) dari pertama diumumkan (capres-cawapres). Tapi mungkin Beliau masih sibuk," kata Sandiaga dini hari tadi.
Kendati batal bertemu, Cawapres nomor urut 02 mengaku tak kecewa. Mantan Wagub DKI Jakarta ini mengatakan sangat ingin bertemu Ma'ruf untuk memberikan bukti ke masyarakat hubungan mereka baik-baik saja walaupun bersaing dalam Pilpres.
"Saya selalu berpikir positif mungkin Beliau masih sibuk. Untuk memastikan hubungan kita baik dan kita ingin kampanye yang sejuk dan damai kan beliau ulama yang betul-betul kita hormati dan muliakan," pungkas Sandiaga.
Baca juga:
Ngebet bertemu Ma'ruf Amin, Sandiaga ingin tampilkan kampanye sejuk dan damai
Sandiaga dan Anies hadiri tablig akbar Majelis Rasulullah di Monas
Relawan PRIDE laporkan situs penyebar skandal Sandiaga ke Bareskrim
Sandi dapat info, makan nasi ayam di Singapura lebih murah daripada di RI
Prabowo, Sandiaga, Fadli Zon hingga Ratna Sarumpaet dilaporkan ke Polda Jabar