LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. POLITIK

Ma'ruf Amin Ingatkan Bahaya Kelompok Intoleransi

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut kelompok intoleransi berpotensi menunggangi aturan untuk merusak keutuhan berbangsa. Menurutnya, perlu upaya untuk memperkuat aturan dan pondasi negara supaya tidak terjadi kerusuhan dan kekacauan.

2019-03-20 15:35:38
Cawapres Maruf Amin
Advertisement

Calon Wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebut kelompok intoleransi berpotensi menunggangi aturan untuk merusak keutuhan berbangsa. Menurutnya, perlu upaya untuk memperkuat aturan dan pondasi negara supaya tidak terjadi kerusuhan dan kekacauan.

"Kelompok intoleran bisa menggunakan lubang itu, karena itu siapa saja yang tidak sesuai dengan Pancasila akan merusak harmonisasi. Jangan sampai ada," ujar Ma'ruf dalam Dialog Antar Umat Beragama di Bengkulu, Rabu (20/3).

Ma'ruf menceritakan bagaimana paham khilafah tertolak di Indonesia. Karena, paham yang sudah disepakati adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Advertisement

"NKRI kan Negara Kesatuan Republik Indonesia. RI, NKRI. Kalau khilafah bukan NKRI. Negara kesatuan khilafah. Bubar itu NKRI nya padahal bagi kita, NKRI harga mati," tegas Mustasyar PBNU itu.

Aspek tersebut Ma'ruf sebut sebagai salah satu bingkai menjaga keutuhan, bingkai yuridis. Selain bingkai yuridis, ada tiga bingkai lainnya, yaitu bingkai politis, bingkai kearifan lokal, dan bingkai teologi.

Bingkai politis adalah empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Bingkai ini untuk menjaga kerukunan, seperti kerukunan antar-umat beragama.

Advertisement

Bingkai kearifan lokal, kata Ma'ruf, menyatukan secara kekeluargaan. Bingkai ini bisa menyelesaikan masalah yang bingkai politis dan yuridis tidak bisa ditutupi.

"Itu bisa menjadi kehidupan harmonis perekat keutuhan berbangsa dan bernegara," imbuhnya.

Baca juga:
Soroti Penembakan Selandia Baru & Belanda, Ma'ruf Ingatkan Bahaya Intoleransi
Jokowi Telepon Ma'ruf Amin Usai Debat Lawan Sandiaga
Bertemu Relawan, Ma'ruf Bicara Uang Negara Bocor dan Lari ke Luar Negeri
KPU Evaluasi Debat Ketiga: Ada Koreksi, Tapi Secara Total Baik
Tanggapi SMRC, Ma'ruf Amin Optimis Selisih Suara di Banten Minimal 10%
Ma'ruf Amin: Saya orang Pamekasan, Mbah saya Raja Kerajaan Sumedang

(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.