Ma'ruf Amin disarankan tetap jadi ulama, jangan jadi ekonom atau milenial
Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut, Cawapres merupakan faktor penentu dipilihnya sang capres oleh masyarakat di Pilpres 2019. Maka dari itu, dua cawapres yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno harus mempertahankan karakternya.
Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut, Cawapres merupakan faktor penentu dipilihnya sang capres oleh masyarakat di Pilpres 2019. Maka dari itu, dua cawapres yakni Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahuddin Uno harus mempertahankan karakternya.
"Misalnya Pak Ma'ruf kan ketika dipilih Jokowi sebagai ulama, maka menurut saya bertindaklah sebagai ulama, jangan tiba-tiba mau jadi ahli ekonomi, apalagi mau jadi milenial, jadi salah. Nanti malah jadi kacau balau itu pesan komunikasi nya," katanya di Anomali Coffee, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (21/10).
"Sama dengan Mas Sandi, Mas Sandi kan dipilih untuk mengisi kekosongannya Pak Prabowo makanya jadilah ekonom, jadilah pengusaha, jadi gak perlu mengungkapkan sisi politisinya. Saya rasa dua hal itu yang perlu dipertimbangkan," sambungnya.
CEO lembaga survei Kedai Kopi itu mengatakan, saat ini para kandidat Capres baik Jokowi dan Prabowo belum memperlihatkan karakter aslinya sampai bulan Januari 2019. Dia masih mempersilakan para cawapresnya untuk mempromosikan diri ke masyarakat dengan gayanya masing-masing.
"Mudah mudahan lah pak Ma'ruf tidak berusaha jadi milenial, jadi lucu kan. Kemudian Pak Sandiaga menjadi ekonom ya beneran ekonom ya jelasin, kalau memang ada yang gagal, misalnya OK OCE gagal ya jelasin saja," imbuhnya.
Baca juga:
Ma'ruf Amin mengaku sejak jadi cawapres jarang silaturahmi dengan tetangga
Ma'ruf Amin gelar pertemuan dengan ulama & warga Jakut di rumahnya
Puja puji Ma'ruf Amin di 4 tahun pemerintah Jokowi-JK
Ma'ruf Amin sebut Jokowi pantas masuk nominasi 50 tokoh muslim 2019
Sorban Ma'ruf Amin dilelang di konser nasyid, laku Rp 125 juta
Ma'ruf Amin mengaku keturunan kiai dan raja di Madura