Ma'ruf Amin Akui Agak Berat Menang di Sumut, Target Raih 60 Persen Suara
Dia menuturkan, kehadirannya ke Sumut agar suara pasangan calon nomor urut 01 bisa meraih kemenangan di Pilpres 17 April mendatang. Yaitu di daerah-daerah di Medan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan.
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin hari ini menyambangi Sumatera Utara dalam rangka bersilahturahmi dan safari politiknya. Dia pun langsung disambut dengan menggunakan pakaian adat Melayu, dibalut dengan kain songket berwarna kuning.
Kehadirannya juga disambut sejumlah tokoh, seperti Bupati Deli Serdang Ashari Tambunan, kemudian Sultan Serdang Tengku Ahmad Talaah, mantan Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Ketua Joko Mania Pusat Eman Suryaman, dan beberapa pihak lainnya.
Dia menuturkan, kehadirannya ke Sumut agar suara pasangan calon nomor urut 01 bisa meraih kemenangan di Pilpres 17 April mendatang. Yaitu di daerah-daerah di Medan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan.
"Acara kunjungan saya ke Medan memang acaranya yang pokok itu di Medan itu dua acara, yaitu nanti sebentar yang diselenggarakan di Jokma, dan sesudah itu acara di pesantrennya Syekh Marbun, jadi kalaupun Jokma di lapangan, kemudian acara dengan ulama ulama di syekh marbun. Sudah itu kita nanti sore berangkat ke Tapanuli Tengah, untuk menuju ke Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan, jadi di dua daerah ini. Yang akan menjadi kunjungan," ucap Ma'ruf di Medan, Sumut, Sabtu (9/3).
Dia menegaskan, di daerah Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan memang menjadi sasaran bersafari dua hari ini. "Sebenarnya sasaran kita di sana memang, di dua daerah itu. Tetapi karena teman-teman di medan juga ingin saya hadir, maka hari ini sampai sore di Medan," kata Ma'ruf.
Dia menyadari target di Sumut berat. Bahkan hanya mematok target sebesar 60 persen saja. "Saya pikir di Sumut ini agak berat ya. Terutama di daerah daerah yang justru di daerah-daerah seperti Medan, Tapanuli Selatan, Padang Sidempuan, Labuhan Batu. Tapanuli Utara bagus. Ya kita kira-kira harapan bisa 60 persen," tegasnya.
Salah satu alasan berat, lantaran masih banyak paham-paham Islam yang kanan. Sehingga perlu dicerahkan dan diberikan pemahaman.
"Teologi Islam yang kita bangun di Indonesia adalah teologi kerukunan. Sebab kalau tidak akan menimbulkan situasi yang tidak kondusif," pungkasnya.
Reporter: Putu Merta Surya Putra
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bertemu Ma'ruf Amin, Wanda Hamidah Bahas Pendidikan Pesantren dan Budaya
Ma'ruf Amin: Pilpres Bukan Perang Tetapi Mencari Pemimpin Terbaik
Pulang dari Aceh, Hasto Bawakan Ma'ruf Amin Kopi Robusta Senilai Rp 100 Juta
Di Depan Relawan, Ma'ruf Amin Janji Selesaikan Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu
Puluhan Pesantren & Mantan Anggota GAM di Pidie Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf
Dinilai Peduli Masyarakat Betawi, Jokowi-Ma'ruf Amin Dapat Dukungan FBR
Ma'ruf Amin Soal Debat Pilpres: Saya Ngomong Lepas Terus Dimenitin, Itu yang Susah